SURABAYA, Revolusinews.com – Masalah perburuhan di tanah air tidak kunjung selesai. Hal ini tampak dari berbagai persoalan yang dihadapi kaum buruh, terutama terkait dengan kesejahteraan hidup yang dirasakan semakin berat. Disamping itu terkait dengan UU Cipta Tenaga Kerja yang dinilai tidak memiliki keberpihakan bagi kaum buruh.
Hal tersebut disampaikan Pemerhati Ketenagakerjaan Dede Farhan Aulawi setelah melakukan silaturahmi dan dialog santai terkait ketenagakerjaan dengan para aktivis buruh kota Surabaya di Omah Perjuangan kota Surabaya pada Kamis (30/11/2023).
“Upaya peningkatan kesejahteraan buruh harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah dan para pengusaha. Disinilah perlu ada keterbukaan dan dialog yang intens antara buruh / pekerja dengan pengusaha agar memiliki saling pengertian,” ujar Dede.
Pada kesempatan tersebut, Dede menerima masukan berbagai peta permasalahan yang dihadapi kaum buruh, mulai dari instrumen hukum, upah dibawah UMK yang ditetapkan pemerintah, dan lain – lain.
Selanjutnya, Dede menyampaikan pandangan terkait dengan tantangan masa depan dunia ketenagakerjaan, transformasi sebagian lapangan kerja konvensional ke arah digitalisasi, peluang-peluang kerja berbasis platform digital, peningkatan kompetensi SDM, dan lainnya.
“Mudah – mudahan silaturahmi tetap terjaga, kesejahteraan buruh / pekerja semakin meningkat, dan kamtibmas tetap kondusif dengan semangat persatuan dan kesatuan menuju masyarakat Indonesia yang semakin makmur,” harap Dede mengakhiri.







