PEMALANG, Revolusinews.com – Rencana demo besar-besaran di Pemalang yang sempat bikin kota tegang berakhir damai! Aksi yang viral di medsos itu resmi dibatalkan dan diganti dialog terbuka di Pendopo Kabupaten, Kamis (4/9/2025).
Bupati Anom Widiantoro dan Ketua DPRD Drs. H. Martono memimpin langsung pertemuan panas bersama jajaran OPD, Forkopimda, tokoh ormas, dan perwakilan warga.
Massa aksi masyarakat Pemalang yang berkumpul di halaman Pendopo mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan. Pasukan Brimob disiagakan lengkap dengan kendaraan taktis dan water cannon untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Ketegangan sempat memuncak. Isu penyusupan “penumpang gelap” bikin sejumlah sekolah diliburkan dan himbauan semua pertokoan di tutup demi keamanan. Situasi terkendali setelah semua pihak sepakat duduk bersama.

hasilnya? 11 poin komitmen lahir, mulai dari pembenahan masalah sampah, evaluasi tunjangan ASN & DPRD, hingga percepatan pembangunan jalan desa.
Kapolres AKBP Rendi Setia Prabowo dan Dandim Letkol Mokhamad Arif memastikan seluruh proses berjalan aman—tanpa bentrokan, tanpa korban.
Aksi protes resmi ditutup. Kini warga fokus mengawal janji pemerintah agar benar-benar diwujudkan di lapangan.
“Ini janji publik, bukan sekadar tanda tangan,” tegas perwakilan warga usai penandatanganan kesepakatan.
Pemalang membuktikan: suara rakyat bisa didengar tanpa ricuh, cukup dengan dialog terbuka dan kesepakatan nyata!






