Dorong Pelabuhan Hijau, Wamenhub Suntana Dukung Merdeka Emisi Pelindo

oleh -7 Dilihat
oleh
img 20260814 wa0011 11zon

JAKARTA, Revolusinews.com – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengapresiasi komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam mendorong pengurangan emisi melalui Program TJSL Merdeka Emisi, pada Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, upaya menciptakan transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.

Apresiasi tersebut disampaikan Suntana dalam kegiatan Seremoni Pengecekan Emisi Kendaraan Program TJSL Merdeka Emisi yang diselenggarakan Pelindo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pelindo yang terus aktif melakukan program CSR atau TJSL dengan berbagai inovasi dan kreasi. Tahun lalu misalnya terkait safety driving, dan tahun ini terkait energi bersih, pengurangan emisi, serta pelabuhan yang lebih hijau,” ujar Suntana.

Menurut Suntana, upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah, regulator, operator pelabuhan, perusahaan logistik, perusahaan trucking, pemilik kendaraan, industri, hingga pengemudi memiliki peran dalam mewujudkan sistem transportasi dan logistik yang lebih berkelanjutan.

“Kita semua harus bersama-sama berkontribusi secara maksimal. Tidak hanya Pelindo, tidak hanya Kementerian Perhubungan, tidak hanya pemerintah daerah atau kepolisian, tetapi semua yang terlibat dalam ekosistem kehidupan kita,” katanya.

Suntana juga mengaitkan agenda pengurangan emisi dengan rencana penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027.

Menurutnya, kedua agenda tersebut memiliki keterkaitan dalam mendorong sistem transportasi yang lebih aman sekaligus mendukung pengurangan emisi.

“Dua program ini berjalan secara paralel. Bebas ODOL akan kita laksanakan tahun depan, 2027,” ujarnya.

Ia menyadari implementasi Zero ODOL membutuhkan kolaborasi karena mata rantai transportasi dan logistik saling berkaitan. Pengemudi bergantung kepada pemilik kendaraan, sementara pemilik kendaraan juga bergantung kepada pemberi order, industri, dan pihak lainnya.

Sementara itu, Pelindo melalui Program TJSL Merdeka Emisi tahun ini melaksanakan pengecekan emisi terhadap sekitar 500 kendaraan operasional dan logistik di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Khusus di Pelabuhan Tanjung Priok, sebanyak 200 kendaraan mengikuti kegiatan tersebut.

Wakil Direktur Utama Pelindo mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Pelindo untuk memastikan kegiatan kepelabuhanan tidak hanya mendukung kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga berjalan secara berkelanjutan.

“Sebagai operator pelabuhan, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan kelancaran arus logistik nasional. Kami juga harus memastikan aktivitas kepelabuhanan tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat upaya pengurangan emisi di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan. Karena itu, menciptakan pelabuhan yang lebih hijau tidak bisa hanya dilakukan oleh operator pelabuhan. Kami membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem logistik, mulai dari pemerintah, operator terminal, perusahaan trucking, perusahaan logistik, pengguna jasa, hingga para pengemudi,” katanya.

Pelindo mendorong agar kesadaran mengenai pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi menjadi bagian dari budaya operasional para pelaku logistik. Melalui Program Merdeka Emisi, pengecekan kendaraan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendorong aktivitas transportasi di kawasan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.