BIAK NUMFOR, Revolusinews.com — Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wanita Kristen Indonesia (DPC PWKI) Kabupaten Biak Numfor menggelar kegiatan sosialisasi dalam rangka kampanye 16 hari kerja penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang dipusatkan di Gereja GKI Jemaat Sandik Manseren Karkir Biser, Taman Anggrek Biak, Senin (01/12/2025).
Kegiatan ini mengangkat tema “Mengakhiri Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”, selaras dengan maraknya kasus kekerasan berbasis digital yang membutuhkan kesadaran dan pemahaman bersama di masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi terkait tiga isu penting, yaitu Penyakit menular HIV/AIDS, Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan Pola makanan sehat berbasis sosial.
Narasumber antara lain Imanuel Rumayom dari LBH Kyadawun, yang menjelaskan aspek hukum, perlindungan korban, serta edukasi kesehatan masyarakat.
Turut hadir Ketua DPC PWKI Kabupaten Biak Numfor, Mintje Anna Yawan, SE., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Biak Numfor. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan gereja dalam memperkuat edukasi dan pencegahan kekerasan, khususnya di ruang digital.
Kehadiran anggota DPRK Biak Numfor, Yemima Msiren, S.IP, yang juga dikenal sebagai aktivis PWKI, memperkuat dorongan kolaborasi antara organisasi perempuan dan lembaga legislatif dalam memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Sejumlah pengurus dan anggota PWKI Kabupaten Biak Numfor turut mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, PWKI berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya kekerasan, khususnya kekerasan berbasis digital, serta semakin memahami pentingnya kesehatan dan perlindungan hukum bagi perempuan.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif dan ajakan untuk terus menggaungkan kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan di semua lini masyarakat.












