Dugaan Kecurangan Proyek Revit di SDN Lemah Duhur Sukabumi, Kurangnya Transparansi Potensi Rugikan Negara‎

oleh -12 Dilihat
img 20261003 wa0010

SUKABUMI. Revolusinews.com — Proyek Revitalisasi (Revit) Satuan Pendidikan di SDN Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi ada dugaan ketidaksesuaian antara gambar pekerjaan dengan kondisi fisik di lapangan.
‎
‎Sorotan utama tertuju pada tiang kolom bangunan, dalam gambar yang tercantum pada papan informasi proyek tiang kolom dinding menggunakan besi 10 inch sebanyak enam batang. Namun berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, jumlah besi yang digunakan diduga hanya empat batang.
‎
‎Perbedaan dua batang besi tersebut tentu bukan sekadar persoalan angka di atas kertas, apakah pengurangan tersebut telah memiliki dasar teknis, persetujuan resmi, dan dituangkan dalam dokumen perubahan pekerjaan sebelum dilaksanakan.
‎
‎Asep selaku Konsultan pengawas saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp mengenai temuan tersebut membenarkan adanya perbedaan penerapan besi pada tiang badan bangunan tersebut,” katanya. Rabu, (30-08-2026)
‎
‎“Memang ada pengurangan besi karena bangunan tersebut disuntik kolom agar tidak berat menahan beban. Tidak hanya di SD Lemah Duhur, di beberapa sekolah juga sama, ada perubahan karena beberapa hal. Jadi nanti di-Contract Change Order (CCO)-kan atau tambah kurang,” ungkap Asep.
‎
‎Lebih lanjut Asep mengatakan, bahwa kondisi akhir pekerjaan nantinya akan dituangkan dalam As-Built Drawing dan menjadi bagian dari pertanggungjawaban pengawas,” katanya
‎
‎Pernyataan tersebut justru membuka persoalan baru, perubahan dari enam batang menjadi empat batang besi bukan lagi sekadar persoalan teknis yang bisa dilewati begitu saja. Tapi Bagaimana Status Pekerjaan yang sudah terpasang.
‎
‎Ia berdalih penyesuaian dilakukan karena kondisi teknis di lapangan. Menurutnya, bangunan memiliki ketinggian sekitar 3,5 meter dengan bentangan tujuh meter sehingga diperlukan penyesuaian.
‎
Sementara itu, untuk papan informasi
‎spesifikasi baja ringan bahwa dirinya telah meminta gambar spesifikasinya kepada pihak pelaksana. Namun hingga saat dikonfirmasi, dokumen tersebut belum diterima.
‎
‎Bagaimana pengawasan terhadap pemasangan material dapat dilakukan secara maksimal apabila dokumen spesifikasi yang menjadi acuan belum berada di tangan konsultan pengawas sementara untuk pemasangan baja ringan sedang dikerjakan.
‎
‎Lebih jauh, konsultan menyebut gambar spesifikasi pemasangan baja ringan tidak dicantumkan pada papan informasi karena dokumen tersebut hanya dipegang oleh tim pelaksana dan pengawas.
‎
‎“Yang dibuka di publik gambar kerja saja untuk mengejar bentuk. Untuk spesifikasi dan segala macam itu ada pertanggungjawabannya di LPJ,” ujar Asep.
‎
‎Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran negara.
‎
‎Hingga kini, penjelasan dari konsultan pengawas menjadi salah satu bagian penting dalam persoalan tersebut. Namun untuk memastikan tidak terjadi kesimpulan sepihak, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dan pihak pelaksana pekerjaan juga perlu memberikan penjelasan mengenai dasar teknis dan administrasi perubahan tersebut.