TANGERANG, Revolusinews.com – Dalam upaya pengembangan potensi desa berbasis lingkungan kembali diperkuat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB UT) bertajuk “Transformasi Bank Sampah Kuntum Mekar Tonjong sebagai Destinasi Eduwisata melalui Peningkatan Kapasitas SDM dan Digitalisasi Promosi” bertempat di perumahan Bumi Insani, desa Tonjong, Tajurhalang, Bogor selama delapan bulan (Maret – November 2025).
Seluruh proses dijalankan melalui kolaborasi antara tim dosen, warga, dan pengelola Bank Sampah Kuntum Mekar Desa Tonjong, sehingga keberlanjutan dapat terus berjalan setelah program berakhir.
Kolaborasi Lintas Keilmuan Dosen FEB UT dijalankan oleh tim program PkM dengan formasi:
– Yulita Suryantari, M.M. (Ketua)
– Rezki Orientani, S.M., M.S.M.
– Elisabeth Ria Viana Praningtyas, S.Ak., M.Sc.
– Ramdhan Kurniawan, S.ST.Par., M.M.
– Annisa Syarifah, S.Si.
Kombinasi keahlian dalam manajemen pariwisata, pemasaran, akuntansi, dan pemberdayaan komunitas menjadi fondasi kuat dalam penerapan program yang aplikatif dan berdampak langsung.

Ketua pelaksana PkM, Yulita Suryantari, menyampaikan bahwa bank sampah Kuntum Mekar Tonjong telah lama menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, namun belum memiliki dukungan sistematis untuk berkembang menjadi destinasi eduwisata.
“Kami melihat potensi tersebut, untuk itu tim PkM FEB UT hadir memberikan pendampingan komprehensif mulai dari peningkatan SDM, perbaikan fasilitas, hingga strategi promosi digital,” jelasnya.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mengangkat bank sampah Kuntum Mekar, sebagai ruang pembelajaran lingkungan yang memadukan edukasi, pemberdayaan ekonomi dan kepariwisataan berkelanjutan mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang wisata edukatif,” pungkasnya.
Yulita Suryantari, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Kami ingin bank sampah tidak hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga ruang belajar bagi siswa, komunitas, dan masyarakat luas tentang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta eduwisata yang memberi nilai tambah tanpa mengubah identitas lokal,” ungkapnya.
Peningkatan kapasitas SDM menuju masyarakat sadar wisata, salah satu komponen utama melakukan pelatihan sadar wisata bagi warga Bumi Insani bersama komunitas penggerak bank sampah dengan materi pelatihan mencakup:
– Konsep dasar sapta pesona.
– Pelayanan prima bagi pengunjung.
– Tata kelola rute kunjungan edukasi
– Kebersihan dan keamanan lingkungan
– Storytelling berbasis kearifan lokal
Pelatihan dilakukan secara bertahap agar warga siap menjadi tuan rumah wisatawan, termasuk sekolah-sekolah yang ingin belajar langsung mengenai pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Selain itu, tim menyusun poster edukatif sadar wisata yang dipasang di area bank sampah dan lingkungan sekitar sebagai pengingat visual.
Digitalisasi Promosi seperti Website eduwisata resmi diluncurkan untuk meningkatkan jangkauan promosi yang kini dapat diakses melalui : https://bumiinsanifarm.com/
Yulita menambahkan bahwa Website ini berfungsi sebagai pusat informasi dan sarana reservasi kunjungan, memuat berbagai informasi seperti : profil bank sampah, sejarah pengembangan, paket kunjungan eduwisata, galeri kegiatan, dokumentasi, informasi pemilahan sampah, edukasi lingkungan, kontak dan jadwal kunjungan.
“Selain peningkatan SDM dan digitalisasi, perbaikan fasilitas fisik dilakukan untuk memastikan kenyamanan wisata edukasi, meliputi : perbaikan akses jalan menuju lokasi, renovasi kantin UMKM untuk mendukung ekonomi lokal, penataan ruang edukasi sebagai area penerimaan tamu, penambahan elemen pendukung kebersihan lingkungan.
Dampak awal dan rencana ke depan hingga akhir program, masyarakat menunjukkan peningkatan partisipasi dalam pengelolaan sampah dan kesiapan menerima kunjungan eduwisata. Bank Sampah Kuntum Mekar kini memiliki sarana informasi yang lebih terstruktur dan fasilitas yang lebih representatif.
Ke depan, program ini diharapkan mampu mendorong munculnya paket wisata berbasis lingkungan, memperluas jejaring dengan sekolah dan komunitas, menciptakan peluang ekonomi melalui UMKM lokal, menjadi model replikasi bagi desa lain di Indonesia.
“Melalui PkM nasional ini, FEB Universitas Terbuka menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam implementasi Tri Dharma, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan literasi ekologi masyarakat,” tutupnya.









