TANGERANG, Revolusinews.com – Banyak pasangan yang masih bingung membedakan antara lamaran dan tunangan dalam perjalanan menuju pernikahan. Lamaran dan tunangan memang sering kali terlihat mirip, padahal kedua momen tersebut memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Setiap tahapan ini memiliki nilai penting tersendiri yang perlu dipahami sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Tunanga merupakan ikatan komitmen pribadi atau resmi antar pasangan, waktu lebih fleksibel dan bisa dilakukan jauh-jauh hari, umumnya ditandai dengan tukar cincin.
Sedangkan lamaran merupakan pertemuan resmi keluarga inti pria dan wanita, menyampaikan niat serius menikah dan menentukan tanggal pernikahan, membawa seserahan, tukar cincin, dan perkenalan keluarga besar.
Adapun tujuan kegiatan tersebut antara lain
1. Mengenal karakter masing-masing lebih dalam
2. Merencanakan masa depan bersama
3. Membangun komunikasi dengan keluarga besar
Pilihan yang sering digunakan
◦ Opsi 1 (terpisah): Tunangan dulu secara pribadi/kecil-kecilan, lalu beberapa bulan kemudian disusul acara lamaran resmi keluarga besar.
◦ Opsi 2 (digabung): Langsung mengadakan acara lamaran resmi yang sekaligus menjadi acara pertunangan dan tukar cincin.
Salah satu contoh moment kebahagian adalah prosesi lamaran yang telah berlangsung antara Muhamad Agung S dengan Indira Faza Hasian bertempat di Perumahan Permata Pamulang Jl Tekukur 2/14 Bakti Jaya Setu Tangsel, pada hari Minggu (16/08/2026), dengan rangkaian acara ; sambutan, perkenalan keluarga, penyampaian niat baik, penerimaan dan persetujuan, penentuan tanggal pernikahan, seserahan, ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.
Memahami perbedaan antara lamaran dan tunangan, memahami bahwa manusia diciptakan secara berpasang pasangan, sebaiknya Gen Z harus tau, karena itu merupakan landasan penting bagi pasangan yang akan merencanakan dan melangkah ke jenjang pernikahan, pastinya perlu kesiapan mental dan financial yang matang.






