Geruduk Gudang Logistik KPU Cilacap, Ratusan Massa Bentrok dengan Aparat

oleh -703 Dilihat
oleh
img 20240822 wa0000 11zon

CILACAP, Revolusinews.com – Pasca penghitungan suara pemilu, Aparat Kepolisian Polresta Cilacap terlibat bentrok dengan ratusan massa yang merangsek masuk gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilacap lantaran tak terima hasil pemungutan suara.

Suasana makin mencekam ketika baku hantam terjadi antara massa yang tidak puas dengan aparat kepolisian dari Sat Sabhara dan Brimob Polresta Cilacap. Tampak sejumlah massa melempari potongan batang pohon pisang kepada aparat .

Sebelumnya, aksi saling dorong sempat terjadi hingga bentrokan pun akhirnya pecah. Tak mau massa makin beringas, kemudian anarkis, tim huru-hara diterjunkan oleh pihak kepolisian.

Bebarapa anjing pelacak dilibatkan, bahkan water cannon pun turut pula diterjunkan guna menghalau mundur, menarik paksa ratusan massa. Akhirnya massa pun dapat dikendalikan dan berhasil dibubarkan. Dalam aksi tersebut Polisi menyita sejumlah alat bukti, termasuk senjata tajam (Sajam) berhasil diamankan.

Aksi massa yang terjadi bukan adegan sesungguhnya, namun hanya simulasi pengamanan Pilkada. Simulasi yang melibatkan unsur gabungan itu digelar Polresta Cilacap di Lapangan Krida Nusantara, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara pada Rabu (21/8/2024).

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, kegiatan simulasi tersebut dalam rangka Operasi Mata Praja guna pengamanan Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Cilacap, sehingga menggelar latihan/simulasi Sistim Pengamanan Kota (Sispamkota).

“Latihan Sispamkota ini untuk memahami bagaimana penanganan unjuk rasa dan pengendalian massa karena semua ada aturannya. Jadi pedomani bagaimana penggunaan kekuatan dalam tindakan Kepolisian,” ujarnya.

Adapun ratusan personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP, mereka dilibatkan guna mengamankan jalannya Pilkada yang akan berlangsung pada 27 September 2024 mendatang.

“Untuk Pilkada kita terjunkan 600 personel, ditambah dari Linmas sebanyak 14.000 anggota untuk mengamankan 3.055 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ungkap Ruruh Wicaksono.

Berkaitan dengan Kamtibmas sejumlah kegiatan lain juga dilakukan Polresta Cilacap seperti penggalangan komunitas, patroli dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kondusifitas di wilayah jelang Pilkada.

“Kalau melihat pelaksanakaan Pileg dan Pilpres kemarin, cenderung kondusif semua TPS dan bisa kita amankan dengan baik. Artinya tidak ada perhatian khusus,” jelas Ruruh.

“Ada perbedaan untuk Pilkada serentak ini, dimana jumlah TPS lebih sedikit, sementara jumlah pemilih di TPS lebih banyak. Biasanya sekitar 200 pemilih namun untuk sekarang kurang lebih bisa mencapai 600 jiwa pemilih,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.