IPAL SPPG Temuireng 02 Dibenahi, Saluran Limbah Mulai Dinormalisasi

oleh -6 Dilihat
img 20260922 wa0012 11zon

PEMALANG, Revolusinews.com – Pengelolaan saluran pembuangan limbah di SPPG MBG 02 Temuireng, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mulai dilakukan pembenahan setelah sebelumnya mendapat perhatian terkait kondisi saluran dan lingkungan di sekitar lokasi.

Pantauan di lapangan pada Selasa (22/9/2026), aktivitas pembersihan dan normalisasi saluran terlihat dilakukan sejak pagi. Pembenahan tersebut dilakukan untuk menata kembali saluran pembuangan agar aliran air lebih baik dan tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.

Langkah pembenahan itu juga mendapat perhatian dari jajaran Forkopimca Petarukan. Penataan saluran menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan limbah SPPG, mengingat lokasi saluran berada di lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat dan lahan pertanian.

Pihak mitra SPPG MBG 02 Temuireng, Sugiri, saat ditemui media di lokasi dapur menjelaskan bahwa proses pembersihan telah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari normalisasi saluran agar kondisinya kembali tertata.

“Ya, Mas. Hari ini sedang dilakukan pembersihan mulai jam 8 pagi. Kami melakukan normalisasi saluran agar tidak mengganggu lingkungan,” ujar Sugiri kepada media di lokasi dapur.

Sugiri juga menyampaikan rencana pemanfaatan kolam penampungan akhir. Menurut dia, kolam tersebut nantinya akan ditanami eceng gondok dan dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan lele.

“Rencananya di kolam pembuangan akhir akan kita tanami eceng gondok dan dibuat untuk budidaya ikan lele,” pungkas Sugiri.

Pembenahan saluran dan rencana pemanfaatan kolam tersebut menjadi langkah lanjutan dalam penataan pengelolaan air limbah di SPPG Temuireng 02. Meski demikian, kondisi air hasil pengolahan tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium oleh pihak yang berkompeten.

Dengan adanya normalisasi saluran, rencana penataan kolam akhir, serta budidaya ikan lele dan penanaman eceng gondok, pengelolaan limbah diharapkan semakin tertib. Pengawasan secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan sistem pengolahan berjalan sebagaimana mestinya dan kualitas air yang keluar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan, masyarakat, maupun lahan pertanian di sekitar SPPG.