PEMALANG, RevolusiNews.com — Setelah rangkaian penyampaian visi dan misi calon kepala desa, Indra Ade Himawan, calon Kepala Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, berencana menggelar kegiatan Istighosah dan Sholawat pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Acara tersebut direncanakan berlangsung di halaman kediaman keluarganya.
Rencana kegiatan itu disampaikan langsung oleh Indra Ade Himawan kepada awak media saat ditemui di kediamannya pada Selasa malam, sekitar pukul 00.40 WIB. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap doa bersama dapat menjadi ikhtiar spiritual sekaligus mengajak masyarakat menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Kegiatan bernuansa religius tersebut mengusung harapan agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loning berlangsung aman, damai, dan kondusif. Doa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kerukunan masyarakat di tengah dinamika kontestasi demokrasi tingkat desa.
Acara tersebut melibatkan relawan Tim Arjuna, Srikandi, serta masyarakat Desa Loning. Dalam kegiatan itu, Abah Ali Shodiqin, M.Si., yang dikenal melalui Mafia Sholawat, dijadwalkan turut mengisi lantunan sholawat untuk menambah suasana religius dalam acara kebersamaan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Indra Ade Himawan turut menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui ungkapan, “Mohon do’a restu dan dukungannya.” Pesan tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya dalam mengikuti kontestasi Pilkades Desa Loning 2026, dengan tetap mengedepankan silaturahmi dan penghormatan terhadap perbedaan pilihan warga.
Indra juga mengusung jargon JUARA, yang merupakan singkatan dari Jujur, Adil, dan Merakyat. Jargon tersebut menjadi identitas yang diperkenalkan dalam pencalonannya, sekaligus memuat nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada masyarakat mengenai kejujuran, keadilan, dan kedekatan dengan warga.
Melalui kegiatan Istighosah dan Sholawat ini, pesan “Aman, Damai, dan Kondusif” diharapkan menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat Desa Loning. Pilkades bukan hanya tentang memilih pemimpin, melainkan juga momentum untuk menjaga persaudaraan, menghormati pilihan masing-masing, serta merawat kerukunan demi kehidupan desa yang harmonis.






