Karang Taruna Cikeusal Lumpuh Total! Caretaker Dituding Otoriter dan Sengaja Ulur Temu Karya

oleh -29 Dilihat
img 20261028 wa0103

SERANG,Revolusinews.com — Roda organisasi Karang Taruna Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, kian lumpuh total dan memicu kemarahan di kalangan pemuda setempat. Alih-alih menghidupkan kembali denyut kepemudaan yang mati suri, kepengurusan Caretaker justru dinilai gagal total, jalan di tempat, dan malah gemar bertindak otoriter bak penguasa lalim, Rabu (28/10/2026)

Sudah dua tahun lamanya sejak masa bakti kepengurusan definitif periode 2020–2025 berakhir pada akhir tahun 2025. Namun, hingga detik ini, tidak ada satupun program kerja nyata yang dieksekusi. Agenda sakral organisasi berupa Temu Karya untuk memilih ketua definitif baru seolah sengaja diulur-ulur tanpa kejelasan arah.

Surtani, yang akrab disapa Joy selaku Sekretaris Karang Taruna Cikeusal periode 2020–2025, meluapkan kekesalan mendalam atas mandulnya kinerja Caretaker tersebut.

“Sayang sekali Caretakernya terkesan otoriter, tidak ada komunikasi, tidak ada musyawarah, malah mengeluarkan beberapa anggota dan pengurus dari grup WhatsApp secara sepihak! Seharusnya bangun komunikasi dan koordinasi yang baik, buat agenda pertemuan, dan rencanakan apa saja yang akan dilakukan ke depan, bukan malah asyik membungkam suara kritis!” tegas Joy dengan nada tinggi.

Tindakan pemecatan sepihak dari grup koordinasi oleh Sekretaris Caretaker ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan transisional tersebut alergi terhadap kritik dan jauh dari nilai-nilai kearifan lokal pemuda.

Menurut Joy ketika dikonfirmasi, Sekretaris Caretaker, Sabro, justru melontarkan dalih klise yang terkesan lepas tangan. Ia berkedok bahwa langkah tersebut merupakan bentuk.”sterilisasi” dan berujar bahwa keputusan Temu Karya bukan wewenangnya melainkan sang Ketua Caretaker.

Bahkan, saat disinggung soal pemecatan anggota dari grup komunikasi, ia menjawab enteng, “Gampang itu mah, tinggal dimasukin lagi.”

Pertanyaannya, sampai kapan para pemuda Cikeusal harus menjadi korban pembiaran ini? Apakah Caretaker sengaja dipelihara untuk melanggengkan kevakuman, atau ada udang di balik batu di balik lambatnya proses Temu Karya di Cikeusal? Masa transisi bukanlah ajang bagi segelintir orang untuk berkuasa tanpa pertanggungjawaban.

Jika Karang Taruna Kabupaten Serang dan pihak pembina terkait tidak segera turun tangan mengevaluasi dan memaksa diadakannya Temu Karya dalam waktu dekat, jangan heran jika kemarahan pemuda Cikeusal tumpah ke jalan untuk menggugat legitimasi Caretaker yang cacat moral dan kepemimpinan ini!

Reporter; Sardi Jalu