TANGERANG, Revolusinews.com – Jam Blandongan merupakan kreasi budaya dan hasil karya seniman Tangsel Ibnu Farhan biasa disapa Inoe memaparkan kisah inspiratifnya saat ditemui saat ngopi bareng di tepi bantaran Sungai Cisadane Kecamatan Setu Tangerang Selatan pada Selasa (25/08/2026).
Ibnu Farhan mengatakan bahwa Rumah Blandongan merupakan sebuah bentuk arsitektur tradisional yang menjadi bagian dari identitas dan simbol budaya Tangsel.
Rumah Blandongan juga memiliki keterkaitan dengan logo Kota Tangsel. Bentuk dan filosofi Blandongan menjadi inspirasi dalam menghadirkan identitas lokal yang merepresentasikan nilai kebersamaan, keterbukaan, kehidupan masyarakat, serta hubungan manusia dengan lingkungan dan budayanya.
“Dari filosofi tersebut lahirlah Jam Blandongan, bentuknya mengambil inspirasi dari Rumah Blandongan yang kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah karya kerajinan yang memiliki fungsi sebagai penunjuk waktu sekaligus media interpretasi budaya,” ungkapnya.
Inoe memaparkan bahwa penggunaan ranting alami dan pelepah pisang memberikan makna bahwa alam dapat diolah menjadi karya bernilai tanpa kehilangan karakter alaminya. Sementara jam menjadi simbol perjalanan kehidupan, bahwa waktu terus bergerak dan setiap masa memiliki cerita.
“Jam Blandongan bukan sekadar produk kerajinan. Ia adalah upaya menghadirkan kembali identitas lokal dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu Inoe menuturkan bahwa alam memberi bahan, budaya memberi identitas, sedangkan waktu memberi makna. Melalui Jam Blandongan, filosofi Rumah Blandongan diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari simbol daerah, tetapi juga terus hidup melalui kreativitas, ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya Tangsel.
“Harapan kedepannya, mudah mudahan Jam Blandongan bisa diproduksi secara masal, sebagai produk asli budaya kreatif Tangsel dan menjadi souvenir khas Tangsel, ucap Inoe menutup pembicaraan.






