BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Ketua DPC BMP-RI Kabupaten Biak Numfor, Frids Sem. Arfayan berupaya meredam konflik menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua tahun 2025 yang akan digelar pada 6 Agustus tahun 2025.
Dikatakannya, bahwa Potensi konflik tinggi karena dinamika politik lokal Rivalitas antar pendukung dan isu sensitif Papua. Maka perlunya upaya terpadu untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Potensi konflik menjelang PSU
– Rivalitas antar pasangan Calon
– penyebaran hoaks dan provokasi Via media sosial
– Sentimen separatis dan isu politik indentitas
– Ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu
– Aksi massa dan kemungkinan kekerasan
Strategi pemerintah dan aparat keamanan.
– Pemungutan koordinasi TNI-POLRI dengan KPU dan Bawaslu
– Pengamanan berlapis di TPS rawan Konflik
– Pemantauan Distribusi Logistik pendekatan Persuasife kepada kelompok-kelompok rentan
– Netralitas Aparat dijaga ketat.
Peran Tokoh masyarakat, Agama, Adat, Perempuan Dan Pemuda.
– Mendinginkan suasana politik dan meredam massa.
– Mendorong pemilih untuk ikut serta dengan damai
– Menjadi penengah. Saat Konflik mulai memanas. Melalui Pendekatan sosial dan budaya.
– Dialog lintas kelompok ( Adat, Pemuda, Agama)
– Kampanye Damai
– Perlisatan pemuda dan perempuan dalam edukasi pemilu damai
Media dan Informasi publik.
– Edukasi pemilu damai melalui media lokal dan komunitas
– Lawan Hoaks dengan fakta dan narasi positif
– Media harus netral untuk menghindari konflik
Rekomendasi Strategis
– Bentuk satgas pemilu damai lintas instansi dan masyarakat
– Audit terbuka dan transparansi proses ( PSU )
– Libatkan Lembaga Independen untuk monitoring
– Dorong Komitmen damai antar pasangan calon
Kesimpulan
– PSU Papua adalah momentum demokrasi yang harus dijaga
– Semua pihak: Baik pemerintah masyarakat, Aparat, dan Media memiliki peran masing-masing
– Pemilu Damai adalah tanggungjawab bersama.
Ketua DPC BMP-RI Kab Biak Numfor








