Ketua Yan Piter Yarangga Sampaikan Keputusan Rapim Dewan Adat Papua

oleh -281 Dilihat
oleh
img 20250804 wa0009
Ketua Dewan Adat Papua Yan Piter Yarangga. (Dok. Afifudin)

BIAK NUMFOR, Revolusinews.con – Ketua Dewan Adat Papua Yan Piter Yarangga menyampaikan dua keputusan penting dari 9 keputusan Rapat Pimpinan (Rapim) Dewan Adat Papua pada 25 Juli 2025 di Jayapura.

“Kami menetapkan beberapa hasil dari pertemuan Pimpinan Adat Papua itu di Jayapura, diantaranya saya mau menyampaikan beberapa ketetapan yang penting bagi Wilayah Doberai Papua Barat,” ucap Yan Piter.

Kepentingan dari Rapim ini adalah membahas sejumlah ketetapan, yaitu kelanjutan dari Pleno 17 pada tahun lalu. Rapim ini mempersiapkan sejumlah agenda yang akan  dilaksanakan pada bulan oktober mendatang, yaitu pleno 18 di sarmi, serta membahas persiapan Mubes konferensi ke 5 di manokwari, sebagai ketetapan dari kaimana, dalam keputusan yang dilakukan atau kami ambil beberapa yang penting yang fokus adalah bagaimana konsolidasi di wilayah Papua Barat terutama di wilayah Doberay, karena masa jabatan sdr. Paul finsen mayor sudah berakhir tahun lalu, sekarang terjadi masa kevakuman, maka dalam Rapim itu kami memutuskan saudara Markus Waran sebagai plt. Pimpinan Wilayah Doberay dengan surat keputusan nomor : 04/C1/SK-DAP/VII/2025. Dengan batas waktu sampai pelaksanaan konferensi II Masyarakat Adat Doberay untuk memilih dan menetapkan kepemimpinan definitif.

Sementara  yang menjadi ketua  di  daerah Manokwari yaitu Demianus Mandacan sebagai plt. Ketua dewan adat daerah manokwari dengan surat keputusan:03/C1/SK-DAP/VII/2025, dengan batas waktu sampai pelaksanaan konferensi masyarakat adat manokwari untuk memilih dan menetapkan kepemimpinan definitif.

SK ini bertujuan  agar mereka mempersiapkan beberapa agenda besar ke depan, Doberay  nanti menjadi tuan rumah dari tahun 2026 sebagai wilayah pelaksana konferensi kelima Papua seluruhnya, untuk itu dua pimpinan ini harus bekerja mempersiapkan segala hal menyangkut kesiapan ke masa depan. kami juga mempersiapkan pertemuan pleno ke 18 nanti di Kabupaten Sarmi. Semuanya ini terjadi dalam rangka konsultasi kepemimpinan di tanah Papua.

Konsolidasi ini akan terus berlangsung karena di Papua ini ada sekitar 300 lebih suku, sampai hari ini kami masih terus melakukan konsolidasi. Sebab ada beberapa suku yang belum, seperti papua pegunungan atau papua tengah.  Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan lakukan dan semuanya itu akan terakomodir. Tujuannya dalam rangka mempersiapkan masyarakat untuk bersatu dalam Apa yang disebut sistem yang berlaku di dalam Adat.

Adat itu sebuah sistem, untuk bicara tentang berbagai hal dalam pembangunan juga menyangkut hak hak dasar  yang kami sudah lahirkan berapa puluh tahun lalu..

No More Posts Available.

No more pages to load.