Ketua TTKKBI DPW II Lebak Selatan dan DPC Malingping Hadiri Festival Pencak Silat Open di Cijaku

oleh -10 Dilihat
img 20260811 wa0021

LEBAK,Revolusinews.com – Ketua TTKKBI DPW II Lebak Selatan bersama Ketua DPC TTKKBI Malingping dan jajaran pengurus turut menghadiri undangan Festival Pencak Silat Open yang digelar Pemerintah Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kegiatan yang mengangkat seni dan budaya pencak silat tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Cijaku, Senin (10/8/2026). Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cijaku H. Cece Saputra, S.IP., M.M., Ketua TTKKBI DPW II Lebak Selatan Hedi Sofyan, Ketua DPC TTKKBI Malingping Heri Suheri, S.H., Ketua Bidang Pencak Silat Hasanudin, S.H., panitia Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cijaku, dewan juri, jajaran pengurus dan panitia pelaksana, perwakilan instansi pemerintah setempat, para pesilat, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pencak Silat Hasanudin, S.H., menyampaikan bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga merupakan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta kearifan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Oleh karena itu, keberadaan kegiatan seperti festival dan turnamen pencak silat dinilai penting sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasanudin juga memperkenalkan dua dewan juri asal Kabupaten Lebak, yakni Abah Yanto dan Abah Bandi. Keduanya dipercaya untuk memberikan penilaian secara objektif terhadap penampilan para peserta dengan mempertimbangkan teknik, ketepatan gerakan, nilai seni, serta unsur budaya yang ditampilkan.

Sementara itu, Ketua Panitia PHBN Kecamatan Cijaku yang juga Kepala Desa Kandangsapi, Dede Hamdani, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk mengangkat potensi budaya daerah sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.

“Semarak perayaan kemerdekaan ini kami arahkan untuk mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus mengangkat potensi budaya yang ada. Kami berkomitmen setiap kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya meriah, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Cijaku,” ungkap Dede.

Camat Cijaku H. Cece Saputra, S.IP., M.M., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Pencak Silat Open tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki manfaat positif bagi generasi muda, terutama dalam mengembangkan bakat, meraih prestasi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini. Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan seni pencak silat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Camat Cijaku.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan skalanya sehingga Kecamatan Cijaku ke depan dapat menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang pencak silat tingkat Kabupaten Lebak.

“Ke depannya, kami berharap Kecamatan Cijaku dapat dipercaya menjadi tuan rumah ajang pencak silat tingkat Kabupaten Lebak. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua TTKKBI DPC Malingping, Heri Suheri, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Festival Pencak Silat Open yang diikuti para paguron dari empat kecamatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi para pesilat muda untuk mengembangkan kemampuan dan prestasinya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Festival Pencak Silat Open Turnamen ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap ke depannya regenerasi penerus pencak silat dapat berkembang lebih pesat dan semakin berprestasi,” ujar Heri Suheri.

Ia juga berpesan kepada seluruh ketua paguron agar terus semangat dalam membina dan mendidik para anggota, khususnya generasi muda yang menjadi penerus seni budaya pencak silat.

“Kepada seluruh ketua paguron, tetap semangat dalam mendidik dan membina anggota paguronnya. Karena dari sinilah akan lahir generasi penerus yang mampu menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” pesannya.

Festival open tersebut diikuti sebanyak 15 padepokan yang berasal dari empat kecamatan. Kehadiran para paguron dan pesilat dari berbagai wilayah menjadikan kegiatan berlangsung meriah sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi para pegiat seni budaya pencak silat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Cijaku tidak hanya diisi dengan kemeriahan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, serta mendorong regenerasi pesilat muda di Kabupaten Lebak.

Reporter: Hedy Sodyan