CILACAP, Revolusinews.com – Melalui Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sebanyak 1372 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, kembali menerima bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap 5.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Desa Ujungmanik, Rabu (5/6/2024) dihadiri Segenap perangkat desa meliputi kepala wilayah (Kadus), Koordinator penyaluran bantuan, Pendamping PKH desa, Petugas kantor Pos.

Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) merupakan upaya pemerintah dalam rangka membantu masyarakat untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya bagi masyarakat tidak mampu. Hal ini sebagai wujud, bahwa kepedulian dan tanggung jawab pemerintah sangat kentara dalam hal kontribusi ketahanan pangan guna menciptakan kondisi sosial yang lebih baik.
Di tengah situasi hasil tani yang tidak pasti, serta dampak hama yang menyerang pertanian wilayah desa Ujungmanik tentunya, bantuan tersebut dinilai sangat membantu. Di tahap ke-5 kali ini pemerintah mendistribusikan sebanyak 13 ton 720 kg yang diperuntukkan untuk 1372 KPM desa Ujungmanik dengan masing-masing penerima mendapat 1 kantong beras seberat 10 kg.

Sukirno selaku Kasi pelayanan sekaligus Koordinator penyaluran bantuan mengatakan, bahwa kegiatan hari merupakan penyaluran bantuan pangan CPP tahap 5.
“Bantuan pangan dari pemerintah untuk 1372 KPM desa Ujungmanik hari ini tersalurkan. Mengenai data sendiri asalnya dari pusat, dan kami hanya menyalurkan saja,” ucapnya.
“KPM yang berhak menerima mendapat undangan langsung dari kantor pos. Alhamdulilah hari ini penyaluran tahap 5. Untuk penerima tetap sama yaitu 1372 KPM, dan Insya Allah tinggal satu kali lagi sesuai undangan dari sana,” jelas Kirno.
Disinggung mengenai pengalihan KPM, pihaknya mengatakan, bahwa hal tersebut dapat terjadi bilamana penerima meninggal dunia ataupun pindah domisili.
“Kalau memang KPM meninggal dunia atau pindah domisili bisa dialihkan kepada KPM yang belum pernah menerima bantuan dengan syarat layak untuk menerima,” ujarnya.
Harapannya program ini bisa berlanjut, mengingat dengan kondisi saat ini, pertanian mengalami lesu akibat dampak hama wereng, tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, mudah-mudahan ke depan ada penambahan untuk KPM, itu sih tergantung ketua RT selaku kepala lingkungan yang tahu persis kondisi mereka di lapangan,” tutupnya.












