PEMALANG, Revolusinews.com — Komunitas Laskar Banyu Aji (LBA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengelolaan sumber daya air dan kesejahteraan petugas lapangan melalui gelaran rapat rutin Konferensi Ulu-ulu Vak Daerah Irigasi (DI) Comal, yang berlangsung Kamis (15/5/2025) di Balai Ulu-ulu Vak Petarukan. Acara ini menjadi ruang penting untuk menyuarakan aspirasi petugas lapangan yang selama ini berada di garda depan pengairan pertanian.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Pemalang, Kepala Dinas Pertanian Pemalang, Kepala DPUTR Pemalang, Advokasi LBA, hingga Kepala UPJI Wilayah VII. Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari Korpokla, Komisi Irigasi dari Kecamatan Ampelgading, Petarukan, dan Taman, serta Mantri Pengairan dan petugas IP3A Bendung Somawati.

Fokus utama dalam rapat kali ini adalah seruan kuat agar para Ulu-ulu Vak yang bekerja di lapangan memperoleh perlindungan melalui fasilitas keselamatan kerja. Mereka dinilai layak menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mengingat peran vital mereka dalam mendukung keberlangsungan irigasi yang menopang sektor pertanian.
Ketua LBA menegaskan bahwa Ulu-ulu bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian yang penuh risiko. “Mereka bekerja di jalur air, di tengah medan yang berat. Sudah waktunya negara hadir lewat jaminan sosial yang layak,” tegasnya.
Mufidi, SH., Advokasi LBA dalam sambutannya turut menegaskan dukungannya terhadap dua hal krusial. Pertama, mendorong agar seluruh petugas Ulu-ulu Vak mendapatkan perlindungan kerja lewat BPJS Ketenagakerjaan. Kedua, menyambut baik wacana pembangunan rak atau sekat sampah di saluran irigasi yang dinilai sangat strategis untuk menjaga kebersihan dan kelancaran distribusi air antar desa.
Ulu-ulu Vak Kabupaten Pemalang yang tergabung dalam Laskar Banyu Aji juga menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung dan mengawal program Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam penanganan persoalan sampah, khususnya di wilayah saluran irigasi. Kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada tersumbatnya aliran air.
Dukungan nyata juga datang dari pihak Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Pemalang yang menyambut baik kolaborasi ini. Pemerintah daerah menilai bahwa masalah sampah di saluran irigasi perlu ditangani lintas sektor dengan pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis komunitas demi menjaga kelestarian lingkungan serta kelancaran irigasi bagi lahan pertanian.
Dalam forum tersebut, Bapak Kristiawan selaku Kepala KORPOKLA Comal menyampaikan saran agar pembangunan sekat atau rak sampah di setiap perbatasan desa dapat dimusyawarahkan kembali dalam lingkup Daerah Irigasi Comal Bendung Sokawati. Ia menambahkan bahwa usulan serupa sebelumnya juga pernah dimunculkan dalam forum-forum di Kecamatan Ulujami, Kecamatan Comal, dan Kecamatan Bodeh.
Inisiatif pembangunan rak sampah ini diyakini dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga kebersihan saluran irigasi dari limbah domestik yang kerap menghambat aliran air. Forum ini pun menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan irigasi yang baik tidak hanya menyangkut teknis aliran air, tetapi juga sinergi antar elemen masyarakat dalam merawat infrastruktur pertanian secara berkelanjutan.






