Geger, Makanan Bergizi Gratis MBG SMK Negeri 1 Belik Ada Belatung

oleh -6 Dilihat
img 20260830 wa0005 11zon

PEMALANG, RevolusiNews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Temuan yang diduga berupa belatung dalam ompreng makanan di SMA Negeri 1 Belik, Kabupaten Pemalang, memicu keresahan dan perbincangan publik. Menu tersebut diketahui berasal dari dapur SPPG MBG Brayan Muluk, Desa Gunungtiga, Kecamatan Belik, pada Kamis (27/8/2026).

Peristiwa itu semakin ramai setelah sebuah video yang memperlihatkan temuan tersebut diunggah oleh salah satu siswa pada Kamis petang dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam hitungan waktu, video tersebut menjadi konsumsi publik sekaligus memunculkan kembali pertanyaan mengenai pengawasan kualitas makanan MBG, khususnya aspek kesehatan, kebersihan, dan standar higienis.

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada kejadian di SMA Negeri 1 Belik, tetapi juga pada sejauh mana setiap SPPG menjalankan ketentuan dan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Publik mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan berjalan apabila masih ditemukan persoalan pada makanan yang dikonsumsi para siswa, terlebih program tersebut menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Paguyuban SPPG MBG Kabupaten Pemalang semestinya dapat menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan evaluasi bersama antar-SPPG. Paguyuban ini penting bukan diam Bae.

Saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Kepala SPPI dapur SPPG MBG Brayan Muluk, Ginanjar, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui adanya kelalaian terkait menu yang didistribusikan dan menyatakan pihak dapur siap bertanggung jawab serta melakukan klarifikasi kepada sekolah.

Ginanjar menjelaskan, distribusi makanan ke SMA Negeri 1 Belik dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, menurut keterangannya, makanan tersebut dibagikan kepada siswa setelah jam istirahat kedua. Ia juga mengatakan pihaknya baru mengetahui video tersebut menjadi viral pada Jumat pagi, sehingga tim dapur kemudian mendatangi pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.

“Pertama untuk meminta maaf atas kelalaian ini,” jelas Ginanjar kepada media. Ia menambahkan bahwa menu tersebut didistribusikan pada Kamis pagi, sementara video yang beredar di media sosial diduga diunggah pada Kamis petang setelah siswa pulang sekolah. Menurutnya, hari jumatnya pihak dapur baru mengambil langkah klarifikasi setelah mengetahui persoalan tersebut menjadi perhatian publik.

Kasus ini kembali membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Sejumlah persoalan makanan yang sebelumnya menjadi perbincangan publik, seperti dugaan belatung, ulat, cacing hingga makanan yang dianggap tidak layak konsumsi, membuat masyarakat meminta pengawasan lebih ketat. Karena setiap dapur SPPG harus memenuhi persyaratan kesehatan dan kebersihan, persoalan seperti ini dinilai tidak cukup hanya disebut sebagai kelalaian, tetapi perlu ditelusuri penyebab serta langkah perbaikannya.

Publik kini menunggu sikap tegas BGN pusat, pengawas terkait, Paguyuban SPPG MBG Kabupaten Pemalang, dan unsur satgas daerah untuk memastikan standar kesehatan, kebersihan, keamanan pangan, serta penerapan SLHS benar-benar dijalankan di lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak berulang. Setiap dugaan pelanggaran semestinya diperiksa berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku, termasuk apabila ditemukan kelalaian yang terbukti setelah proses pemeriksaan resmi.

No More Posts Available.

No more pages to load.