Mahasiswa KKM 36 Universitas Bina Bangsa Bersama HIMAPSI Gelar Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini

oleh -16 Dilihat
img 20260804 wa0100

SERANG,Revolusinews.com – Fenomena meningkatnya pernikahan pada usia muda masih menjadi perhatian berbagai kalangan karena berkaitan erat dengan kesiapan psikologis, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 36 Desa Tegal Maja Universitas Bina Bangsa berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) dan dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa untuk menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Pernikahan Dini” di MAN 1 Serang pada Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM Kelompok 36 yang bertujuan memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya memahami dampak pernikahan dini serta mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan. MAN 1 Serang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena para peserta didiknya berada pada fase remaja, yaitu masa perkembangan ketika individu mulai membentuk identitas diri dan dihadapkan pada berbagai pilihan yang akan memengaruhi masa depan.

Untuk menghadirkan materi yang komprehensif, Mahasiswa KKM Kelompok 36 menggandeng HIMAPSI Universitas Bina Bangsa serta menghadirkan dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa yang juga merupakan pembina HIMAPSI. Kolaborasi ini menghadirkan dua sudut pandang yang saling melengkapi, yakni perspektif akademis berbasis ilmu psikologi dan perspektif mahasiswa yang dekat dengan dinamika kehidupan remaja.

Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi oleh dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa selaku pembina HIMAPSI. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pernikahan merupakan salah satu keputusan terbesar dalam kehidupan seseorang sehingga tidak cukup hanya didasarkan pada rasa cinta ataupun keinginan sesaat. Kesiapan menikah dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti kematangan emosional, kemampuan mengelola konflik, keterampilan berkomunikasi, kesiapan menjalankan peran sebagai pasangan, kesiapan ekonomi, serta kemampuan bertanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

“Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan psikologis. Ketika seseorang memutuskan menikah, ia sedang mengambil keputusan yang akan memengaruhi kehidupannya dalam jangka panjang,” ujar dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa sekaligus pembina HIMAPSI.

Beliau juga menambahkan bahwa usia bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan sebuah pernikahan. Yang lebih penting adalah kesiapan individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga. Melalui pemaparan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya mengambil keputusan secara rasional dan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Pada sesi kedua, materi dilanjutkan oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Universitas Bina Bangsa. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, mahasiswa HIMAPSI mengajak peserta melihat pernikahan dini dari perspektif remaja. Materi difokuskan pada proses mempertimbangkan keputusan sebelum menikah, mulai dari mengenali alasan di balik keinginan menikah, membedakan antara keinginan dan kesiapan, hingga memahami berbagai konsekuensi yang akan dihadapi setelah memasuki kehidupan berumah tangga.

1002429399

“Melalui materi ini kami tidak ingin mengajak teman-teman untuk menolak ataupun terburu-buru menikah. Kami hanya ingin memberikan sudut pandang bahwa setiap keputusan besar membutuhkan pertimbangan yang matang agar tidak menyesal di kemudian hari,” ungkap perwakilan HIMAPSI Universitas Bina Bangsa.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa HIMAPSI juga mengajak para siswa merefleksikan beberapa pertanyaan sederhana namun mendalam, seperti “Mengapa saya ingin menikah?”,”Apakah keputusan ini benar-benar berasal dari diri saya sendiri atau karena pengaruh lingkungan?”, serta “Apakah saya sudah siap menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendorong peserta untuk berpikir lebih kritis dalam menyikapi setiap keputusan penting dalam hidup.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 55 siswa-siswi kelas XII MAN 1 Serang dan berlangsung dalam suasana yang aktif serta interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai fenomena pernikahan dini yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Diskusi yang terjalin menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya kesiapan psikologis dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKM Kelompok 36 Desa Tegal Maja berharap para siswa MAN 1 Serang tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dampak pernikahan dini, tetapi juga memiliki bekal untuk mempertimbangkan setiap keputusan penting secara lebih matang. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong para remaja menyusun rencana masa depan berdasarkan kesiapan diri, bukan semata-mata dorongan emosi ataupun pengaruh lingkungan.

Kolaborasi antara Mahasiswa KKM Kelompok 36, HIMAPSI, dan dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa dan akademisi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi yang aplikatif, berbasis keilmuan, dan relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran remaja agar mampu mengambil keputusan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan.(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.