TANGERANG, Revolusinews.com – Dalam rangka penelitian tugas akhir mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Singapore Politechnic (SP) memberikan bantuan perangkat budidaya maggot di Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan pada Selasa (16/12/2025).

Penyerahan bantuan disampaikan oleh Christiana Gracia dari Fakultas Sains dan Teknologi UPH dan oleh Sain dari Singapore Politechnic, didampingi olah rekan mahasiswa William Offel, Anna, Dosen UPH Dr. Laurence dan Agustina Christiani M.Eng.Sc serta Dosen Singapore Politechnic Dr Handojo dan Dr Li Xiao Dong, dari Ekowisata Keranggan diwakili oleh Irvan Budi Rahayu, SPd dan Bowie.
Gracia menyampaikan sudah beberapa kali hadir di Ekowisata, dari apa yang disampaikan pak Ade sebagai pengelola budidaya maggot, bahwa pengiriman maggot ke customer sering mengalami hambatan diantaranya maggot mati dan jatuh dijalan.
“Kami buatkan box yang terbuat dari multiplek, sejenis triplek kayu yang dilapisi HPL warna abu abu, ada pengaturan udara dan suhu, maggot bisa bertahan selama 2 jam dalam pengiriman,” jelasnya.

“Kami berharap box ini dapat melengkapi dan membantu dalam pengiriman maggot ke customer, semoga bisa bermanfaat serta dapat digunakan dengan baik,” harap Gracia.
Sementara itu Sain dari Singapore Politechnic, menjelaskan bahwa boxnya terbuat dari stanlies tipis, sangat ringan, ada pengaturan udara dan suhu, sehingga maggot tahan panas walaupun boxnya terkena sinar matahari.
Kemudian Ade Sukarya yang dihubungi lewat WA karena sedang bertugas, menyatakan bahwa box tersebut sebelumnya sudah melalui proses demo dan uji coba.
“Box tersebut sangat efektif untuk pengiriman jarak dekat maupun jauh, portable mudah dibawa kemana mana, desaign elegan dan suhu stabil,” ungkapnya.
Akhir acara dilakukan kunjungan langsung ke tempat budi daya maggot dipandu oleh Darus Salam dari tim maggot, dilanjutkan kunjungan ke home industri pelaku usaha UMKM.









