Maraknya Judi Togel di Pemalang, Organisasi Keagamaan dan LBH Buka Suara

img 20231115 wa0016

PEMALANG, Revolusinews.com – Organisasi Keagamaan dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) WPSP, Jong Java turut mendesak instansi terkait agar tidak tutup mata maraknya perjudian toto gelap (Togel) di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LBH WPSP Pemalang, Jong Java kepada awak media saat melakukan panggilan group WA dengan durasi kurang lebih setengah jam, Selasa (14/11/2023) pukul 16.15 WIB.

“Perjudian yang semakin marak di Kabupaten Pemalang ini, seakan ada pembiaran dan sehingga semakin tidak beretika,” tandasnya.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman di pinggir jalan pengecer togel hampir setiap desa, ketika salah satu awak media bersama Jamaah lainnya menuju Masjid untuk Sholat Jumat kebetulan melewati pangkalan/ pengecer Togel di Desa Kalirandu, di Gom satu (1 ) Desa Pegundan Kecamatan Petarukan, “miris ketika pengecer dengan meja terbuka dipinggir jalan mereka cuek tidak menjaga tolarensi sosialnya.

Saat dihubungi selulernya pada Selasa siang sekira pukul 14:30 WIB, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pemalang, Sapto Suhendro menceritakan pengalaman dilingkungannya, bahwa judi togel ternyata hebat bahkan terbuka, apalagi tanda-tanda tutup rasanya kok tidak mungkin.

“Jujur miris, beberapa kali mendengar ada razia togel, Namun ternyata bukan sumbernya yang dibrantas, akan tetapi di hilir saja yang dijadikan korban untuk sample, maka akhirnya muncul lagi dan muncul lagi,” ungkap Sapto Suhendro kepada beberapa awak media pada Selasa (14/11/2023).

Dalam hal ini menurut Sapto, perlu adanya gabungan Pemerintah, TNI Polri dan bersinergi dengan Ormas, seperti yang dilakukan sebelumnya yakni pembongkaran warung remang-remang di kawasan Comal Baru.

Tokoh agama yang satu ini mengaku prihatin dengan keadaan di Pemalang sekarang ini, karena tidak sesuai slogannya, (Pemalang Ngangeni dan Agamis) bahkan menyebutkan pelaku perjudian bukan hanya orang dewasa saja, “akan tetapi sudah merambah ke pelajar.

“Ini yang membuat prihatin, anak – anak sekarang khususnya SLTA sudah mulai mengenal judi, dan ini yang membuat kita semakin miris,”tandas Sapto Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Pemalang.

Perlu disinggung, dan fakta, perlu adanya sosialisasi yang intens, karena di beberapa tempat kunjungan Pak Bupati, Kapolres, dan Kapolsek yang terjun sebagai Pembina Upacara dibeberapa sekolahan, justru yang dibahas hanya soal narkoba, kenakalan remaja, dan tawuran.

“Kenapa perjudian luput dari pantaun tidak disosialisasikan sebagai barang yang dilarang, dan ini perlu disosialisasikan secara intens,” tanya Sapto.

Lebih lanjut, Sapto mengatakan bukan hanya judi offline tetapi judi online pun semakin marak dan merambah ke generasi penerus bangsa.

“Saya sependapat kalau judi sebagai penyakit masyarakat yang serius dan bisa menghancurkan masa depan anak bangsa, pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Yoga Darminto, selaku Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jong Java, sekaligus Ketua Wartawan Peduli Sosial Pemalang (WPSP) harapannya untuk pihak-pihak terkait agar bisa membersihkan perjudian di Kabupaten Pemalang.

“Sebagai instansi terkait setidaknya bisa membersihkan perjudian yang marak, seperti kita lihat sendiri los pasar pagi dijadikan loket warung penjualan togel,”kata Yoga Darminto.

Menurutnya, perjudian jangan hanya sabung ayam yang dibersihkan, karena semua perjudian melanggar aturan, dan itu menjadi penyakit masyarakat.

“Harapannya seperti visi misi Bupati Pemalang yakni Kabupaten Pemalang yang Agamis,” pungkasnya.

Sementara, menurut keterangan salah satu Kades di Kecamatan Bodeh, menginformasikan ada Desa yang omsetnya togel paling besar. “Di sini hampir setiap warung togel tok, omsetnya paling besar,” ungkapnya menutup pembicaraannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.