Masyarakat Desa Bumi Pratama Mandira Manfaatkan Ponton Sebagai Sarana Penyeberangan Jalur Sungai dan Laut

oleh -978 Dilihat
20230503 115051 (1)

OKI, Revolusinews.com – Masyarakat di bantaran Sungai Menang memanfaatkan Ponton sebagai sarana transportasi untuk penyeberangan sungai dan laut. Ponton biasa beroperasi di Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI Sumatera Selatan. Selasa, 2/5/2023

Alat penyeberangan yang dinamakan “ponton” biasa di gunakan sebagai sarana untuk berbagai keperluan, mulai dari belanja, pulang kampung, hingga urusan lainnya.

Di sini ada Ponton milik CV Sejahtera yang telah di resmikan pada tahun 2013 sampai sekarang sudah menjadi sarana utama biasa di gunakan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat setempat dan beroperasi di perbatasan antara Kecamatan Sungai Menang, OKI menuju Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Adanya Ponton dari CV Spejahtera turut memudahkan aktifitas keseharian warga desa Bumi Pratama Mandira jika ingin melakukan perjalanan keluar daerah menuju wilayah Tulang Bawang Lampung dan begitu juga sebaliknya dari Lampung ke tujuan Bumi Pratama Mandira.

Ponton CV Sejahtera di operasikan oleh  Riko (25), kapal yang terbuat dari bahan fiberglass dan dilengkapi dengan dua mesin diesel, mampu menampung hingga 35 unit motor setiap tripnya dan dapat menyeberangi Sungai Mesuji dengan mudah bahkan dapat menempuh jarak antara perbatasan Lampung – Palembang dengan waktu tempuh hanya 15 menit saja, “jelasnya memaparkan.

Deni Tri Handayani (25) menuturkan, “Ponton CV Sejahtera telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat desa karena kami gunakan di keseharian. Tarif yang dikenakanpun terbilang cukup terjangkau yakni Rp 40 ribu per motor dan Rp 5 ribu per penumpang. Namun, bagi pemotor yang membawa penumpang ada tarif tambahan Rp.5 ribu jadi genap pemotor dengan penumpang menjadi Rp 45 ribu dalam sekali jalan, “ujarnya menjelaskan.

Warga setempat juga mengakui bahwa keberadaan Ponton cukup membantu mereka dalam mengakses wilayah seberang sungai Mesuji, mengingat tidak ada jembatan yang melintasi sungai di wilayah tersebut. “Ponton” beroperasi setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai setengah 6 sore, dengan total sepuluh kali trip dalam sehari.

Dengan adanya Ponton ini, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan teratur, terutama untuk mengakses wilayah seberang sungai. Meski demikian, mereka tetap berharap agar pemerintah setempat dapat memperhatikan infrastruktur penyeberangan yang lebih baik lagi untuk memudahkan aktivitas masyarakat, ” Pungkasnya.