JAKARTA UTARA, Revolusinews.com – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hj. Neneng Hasanah menggelar reses untuk menyerap aspirasi permasalahan warga mulai dari sembako murah, infrastruktur lingkungan, akses kesehatan, hingga dukungan untuk UMKM yang berlangsung di RW 04 Kelurahan Tugu Utara dan RW 16 Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/06/2026).
Ketua LMK Lagoa, Abdullah Ali menyambut baik kegiatan reses ini karena dinilai sebagai kesempatan bagi warga menyampaikan langsung persoalan wilayah kepada para pemangku kebijakan.
“Atas nama pengurus wilayah LMK RW 16 mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bunda Hj. Neneng Hasanah di wilayah kami,”ujarnya.
Dikatakan Ali, dari kunjungan ini ada beberapa catatan dari reses ini yang pertama perihal papan nama jalan menjadi usulan saat Musrenbang. Saat pemilihan instansi itu jelas Dishub dan disurvei oleh Dishub. Namun, saat Musrenbang terjadi tektokan antara Bina Marga, sampai saat ini, saat reses Bunda Neneng, kedua instansi masih memegang alibi masing-masing, Bunda Neneng akan membawa ke sidang rapat untuk penegasan terkait anggaran seperti apa. Jangan sampai masyarakat bingung ini tidak di pakai usulan warga karena di buat bingung oleh SKPD terkait.
“Kita tahu saat ini terkait Ingub No.5 tentang sosialisasi pemilahan sampah, namun saat kegiatan reses ini Sudin Lingkungan Hidup tidak hadir. Masyarakat bingung terkait pilah sampah ini metodenya seperti apa, sarana dan prasarana bagaimana. Sudin LH sudah mensosialisasikan pemilahan sampah namun untuk pengurus wilayah. Kita coba mensosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan ini, namun Sudin Lingkungan Hidup tidak hadir,”terang Ali.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD DKI, Hj. Neneng mengatakan, dari reses ini banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, salah satunya di RW 04 Tugu Utara warga menyampaikan ada penangihan PAM sampai Rp 17 juta dan ini menjadi perhatian bagi SKPD dan BUMD yang berwenang menanggani hal tersebut.
“Di RW 16 Lagoa ini, gubernur lagi gencar-gencarnya sosialisasi pilah sampah tapi Kasatpel Sudin Lingkungan Hidup Kecamatan Koja tidak hadir. Banyak aspirasi dari warga yang menanyakan anggaran pilah sampah, sosialisasi dan sarana dan prasarana untuk pilah sampah dan ketidak hadirannya sangat di sayangkan. Mohon perhatian Pak Asisten Asbang dan Kepala Dinas LH untuk memberikan teguran kepada Sudinnya, apakah Kasatpel yang hari ini tidak hadir di reses anggota DPRD DKI,” tutupnya.






