Hidup Setelah Kematian

oleh -7 Dilihat
oleh
img 20260517 wa0007
Foto Dede Farhan Aulawi. (Dok. Revolusi News)


Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Suatu hari nanti, semua yang kita kumpulkan akan tertinggal. Rumah yang dibangun dengan susah payah, jabatan yang dibanggakan, bahkan nama yang dahulu sering disebut orang perlahan akan memudar dari ingatan dunia. Yang tersisa hanyalah jejak amal, doa yang tulus, dan kebaikan yang pernah kita berikan kepada sesama.

Kematian sering terasa jauh ketika tubuh masih kuat dan hari-hari masih dipenuhi kesibukan. Namun kematian tidak pernah bertanya apakah kita sudah siap. Ia datang pada waktunya, memisahkan seseorang dari keluarga yang dicintainya, dari mimpi yang belum selesai, dan dari segala hal yang selama ini dianggap penting.

Menyedihkan ketika membayangkan seseorang yang dahulu menjadi pusat keramaian, akhirnya terbaring sendiri dalam kesunyian liang kubur. Tidak ada lagi tepuk tangan, pujian, ataupun kemewahan yang menemani. Hanya amal yang menjadi sahabat, dan hanya rahmat Tuhan yang menjadi harapan.

Hidup setelah kematian adalah pengingat bahwa usia di dunia hanyalah persinggahan yang sangat singkat. Setiap detik yang berlalu sesungguhnya membawa kita semakin dekat kepada perjumpaan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, sebelum penyesalan datang ketika waktu sudah habis, gunakanlah kesempatan hidup untuk berbuat baik, memohon ampunan, dan menebarkan kasih kepada sesama.

Sebab yang paling menyedihkan bukanlah kematian itu sendiri, melainkan ketika seseorang menyadari bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri telah berakhir, sementara perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai.