SERANG, Revolusinews.com – Menu MBG yang diduga asal-asalan dan tidak sesuai dari salah satu dapur umum yang bertempat di Kp. Posing Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupatem Serang-Banten, menuai polemik dan menjadi perbincangan para orang tua wali dan Ketua Ormas Ranting LKP-MP Kecamatan Cikeusal angkat bicara, Rabu (17/12/ 2025).
Diketahui Standar Operasional Prosedur untuk dapur MBG yang memastikan makanan bergizi seimbang, aman, dan berkualitas bagi siswa. Serta mencakup perencanaan menu MBG diantaranya nasi, lauk, sayuran, buah-buahan sesuai gizi anak. pengolahan tanpa MSG/pewarna buahan, kontrol kualitas ketat, rasa, suhu, porsi, kebersihan personel (APD lengkap), serta distribusi tepat waktu dan sasaran, dengan tujuan mencegah keracunan dan menjamin pemenuhan gizi anak sekolah.

Namun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikeusal kembali menuai polemik. Sejumlah walimurid hingga berbagai Lembaga Sosial juga angkat bicara terkait menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi dan tidak memenuhi standar gizi anak sekolah.
Agus Bonen, selaku orang tua murid, dan juga sebagai kontrol sosial dari LPK-MP Kecamatan Cikeusal, mengungkapkan bahwa selama sepekan terakhir, kualitas makanan yang diterima siswa justru mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, menu MBG yang seharusnya nilai nya Rp. 10.000 justru saya perhatikan asal asalan dan Nilainya Kurang Dari Rp. 10.000,” ungkap Bonen.

Selain itu, Agus Bonen juga memaparkan, bahwa sejumlah sekolah juga mengalami kondisi serupa, dan beberapa sekolah yang berada di wilayah Desa Panosogan dan Gandayasa, SPPG di duga asal-asalan. Mulai dari sayur, buah-buahan, dan lauk pauk, ” Bebernya.
Ia berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Serang untuk meningkatkan pengawasan terhadap SPPG yang ada di Kecamatan Cikeusal, khususnya yang ada di Desa Panosogan. Dan memastikan standar gizi diterapkan diseluruh sekolah penerima program MBG.
“Kami hanya ingin makanan yang layak dan sesuai standar gizi, apalagi ini untuk anak-anak,” Harapnya.
Sampai berita Ini di terbitkan kami masih mencoba menghubungi pihak-pihak terkait di antaranya SPPG Kp. Posing, Desa Panosogan.
Reporter: Wahyu Ceko












