Merasa Kecewa, Orang Tua Siswa Tuding SMK Pujangga Pasar Kemis Anti Toleransi

oleh -786 Dilihat
img 20251202 wa0097

TANGERANG, Revolusinews.com – Salah satu orang tua siswi, SI (37th) berprofesi sebagai salah satu wartawan/jurnalis merasa tidak puas dengan keputusan sekolah yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) karena tunggakan SPP selama 2 bulan. Hal ini menimbulkan tudingan SMK Pujangga Pasar Kemis dituding anti toleransi.

SI telah datang ke sekolah pada Selasa (02/12/2025) untuk memohon kebijakan pihak sekolah namun ditolak dan tetap diwajibkan membayar tunggakan SPP.

“Jelas membuat saya kecewa, yang seharusnya pihak sekolah memberikan kebijakan agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan ujian, ini malah seolah memberatkan dan seolah mengutamakan biaya,” kata SI.

SI berharap pihak sekolah dapat memahami keadaan orang tua siswa yang memang terkendala biaya sekolah anaknya, dan tidak menjadikan siswa sebagai dampak kendala tersebut. “Saya pun merasa tidak dihargai oleh pihak sekolah dan juga berdampak buruk pada mental anak saya,” ucapnya.

Sementara itu, Guru sekaligus wali kelas XII DKV, Novi Nurwaqiah, S.Pd, menjelaskan bahwa aturan siswa tidak diperbolehkan mengikuti UAS dari Kepala Sekolah dan berlaku untuk semua siswa yang belum melakukan penyelesaian administrasi, tunggakan SPP, dan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.