Muslikhin Kader Senior PKB Prihatin, Atas OTT Bupati Cilacap oleh KPK

oleh -284 Dilihat
img 20260315 wa0023

CILACAP, Revolusinews.com – Kader senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cilacap, H. A. Muslikhin buka suara perihal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman. Muslikhin mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Terkait dengan kejadian, saya Muslikhin atas nama kader tua PKB, dan selama 11 tahun saya pernah jadi ketua partai, rasanya sangat prihatin,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Rasa keprihatinan dari mantan Ketua DPC PKB tahun 2006 hingga 2017 ini lantaran Bupati Cilacap saat ini merupakan kader dan Ketua DPC PKB Cilacap. Terlebih lagi, Syamsul sendiri dalam menjabat Bupati belum genap satu periode.

Disamping prihatin, mantan anggota DPRD Cilacap empat periode ini, menyayangkan dengan adanya peristiwa yang menyangkut kader PKB tersebut.

“Jadi PKB yang selama ini berjuang untuk senantiasa membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta berjuang untuk kesejahteraan rakyat, tiba-tiba ada kader PKB yang dipercaya menjadi Bupati, dan baru satu tahun menjabat, terciduk KPK terkait pemerasan,” ujar Muslikhin.

“Kalau tidak salah dari pemberitaan yang beredar, Bupati meminta jatah THR untuk lebaran, sungguh ini di luar dugaan, dan tentunya saya sangat menyayangkan,” imbuhnya.

Politisi kawakan ini berharap kejadian yang melibatkan Bupati yang merupakan kader PKB di Cilacap, menjadi pembelajaran bagi partai sendiri maupun kader PKB lainnya.

“Semoga dengan kejadian ini jadi pelajaran, baik bagi PKB, kader PKB, baik di tingkat Kabupaten hingga tingkat pusat agar ke depan tidak lagi terulang,” tutur Muslikhin.

“Dimana pun posisi kader PKB, menjadi hal yang tentu sangat tidak baik dan merugikan nama besar, nama baik PKB bilamana terjadi kasus seperti ini,” sambungnya.

Kendati menyayangkan adanya kejadian tersebut, Muslikhin memberikan dukungan kepada Syamsul yang saat ini tengah menjalani proses hukum di KPK.

“Semoga Mas Syamsul Aulia Rachman, dan kita ketahui bersama sedang menghadapi suatu musibah hukum, semoga dapat menghadapi dengan tenang, tegar, baik dan kuat. Mudah-mudahan Tuhan YME senantiasa memberi pertolongan,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.