INDRAMAYU, Revolusinews.com – Pemerintahan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin mencatat capaian nyata di sektor pertanian selama periode Januari – Juli 2026. Salah satu buktinya adalah hasil panen perdana Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (26/8/2026) yang mencapai 10,45 ton per hektare.
Sepanjang 7 bulan terakhir, Pemkab Indramayu fokus pada modernisasi pertanian. Berbagai program bantuan digulirkan mulai dari pompa air, irigasi perpompaan, normalisasi saluran, Jaringan Irigasi Air Tanah, hingga alat mesin pertanian. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas lahan dan meringankan beban petani di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Indramayu memiliki Luas Baku Sawah 124.517 hektare dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 92.888 hektare. Dari potensi besar tersebut, Pemkab menargetkan produksi padi Gabah Kering Giling (GKP) sebesar 1,7 juta ton pada tahun 2026.
Selain padi, komoditas unggulan mangga Indramayu juga terus didorong. Saat ini produksinya mencapai 114.000 ton per tahun. Pemkab bersama DKPP berupaya meningkatkan nilai jual dan memperluas pemasaran agar petani mangga mendapatkan keuntungan lebih besar.
Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto menegaskan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci menghadapi perubahan iklim.
“Kami fokus memastikan air tersedia sepanjang tahun. Dengan pompa dan irigasi, produktivitas sawah bisa terus dijaga meskipun ada ancaman El Nino,” ujarnya.
Di lapangan, perubahan mulai terasa langsung oleh petani. Adanya bantuan teknologi membuat pola tanam tidak lagi menunggu musim hujan. Kartim, 52, Ketua Kelompok Tani Desa Plosokerep menuturkan kini ia bisa tanam tiga kali dalam setahun.
“Sing biyen mung ndeleng langit, saiki ana pompa dadi lancar. Hasil panene juga lumayan nambah,” katanya.
Sementara Yayah, 40, anggota Brigade Pangan Terisi berharap ilmu dan pendampingan terus diberikan.
“Alate wis modern kabeh. Muga-muga kita terus diwulang ben ora gagap nggo drone karo combine,” ujarnya.
Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Ia menilai bantuan alat mesin pertanian menjadi modal penting agar petani bekerja lebih efisien.
“Walaupun sekarang ada El Nino dan kekeringan, ini jadi pelipur lara dan optimisme kami. Ini bagian dari langkah membangun Indramayu REANG,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Indramayu menargetkan perluasan program PM-AAS ke kecamatan lain serta peningkatan kapasitas Brigade Pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, diharapkan Indramayu tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.





