Pemerintah Biak Numfor Cegah Stunting Melalui Kolaborasi Gerakan Genting

oleh -530 Dilihat
oleh
img 20251024 wa0010

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Papua bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Biak menggelar kegiatan rapat koordinasi teknis kemitraan di Kabupaten Biak Numfor yang berlangsung di Gedung Serbaguna GKI I.S. Kijne, Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui kolaborasi untuk generasi sehat, cerdas, kuat, tangguh dan tidak stunting menghadirkan berbagai unsur penting, di antaranya Tim Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, SKPD terkait, perwakilan Polres Biak, mitra kerja/stakeholders, serta PKB dan PLKB Kabupaten Biak Numfor.

Dalam sambutannya, Sekretaris DP3AKB Biak Numfor, Rita Sombuk, SE, mewakili Kepala Dinas mengatakan, bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini kita tidak sekadar rapat, tapi menyatukan semangat dan langkah untuk menghadirkan masa depan Biak Numfor yang lebih baik. Stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi masa depan bangsa,” ujar Rita.

Ia menjelaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Melalui gerakan GENTING, masyarakat diajak untuk peduli, berbagi, dan bergerak bersama membantu anak-anak agar tumbuh sehat dan cerdas.

Lebih lanjut, Rita menekankan pentingnya sinergi pentahelix kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha/BUMN-BUMD, akademisi, media, dan masyarakat.

Menurutnya, setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi untuk memperkuat upaya pencegahan stunting.

“Pemerintah penggerak kebijakan, dunia usaha melalui dukungan CSR, akademisi memberi riset dan edukasi, media menggerakkan informasi, dan masyarakat menjadi ujung tombak perubahan,” jelasnya.

Sementara itu, Swansy Sapulette dari BKKBN Provinsi Papua, selaku Ketua Tim Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, dan KIE, menyampaikan materi tentang implementasi program Genting di tingkat daerah.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan ini, bukan semata karena adanya program, melainkan karena tumbuhnya kepedulian sosial dan komitmen bersama.

Melalui Rapat Koordinasi Teknis ini, seluruh peserta diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membangun gerakan nyata di lapangan. Dengan kerja bersama, Biak Numfor diharapkan menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

“Mari kita terus gaungkan semangat Genting Gerakan Orang Tua Asuh, Bersama Cegah Stunting! Dari Biak Numfor, kita buktikan bahwa kolaborasi bisa menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tutup Rita Sombuk.

No More Posts Available.

No more pages to load.