Pemkab Cilacap Gelar Rakor Kesiapsiagaan Bencana

oleh -390 Dilihat
oleh
img 20251002 wa0003

CILACAP, Revolusinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan bencana tahun 2025 di Pendopo Wijayakusuma Cakti Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis (2/10/2025).

Rakor dipimpin Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, swasta, camat, hingga relawan kemanusiaan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Taryo mengingatkan bahwa Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim penghujan.

“Perubahan cuaca ekstrem menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak. Koordinasi menjadi kunci agar langkah pencegahan dan penanganan bencana lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Data BPBD menunjukkan, pada 2024 terjadi enam jenis bencana di Cilacap dengan frekuensi tertinggi angin kencang (61 kali), disusul tanah longsor (45 kali) dan banjir (18 kali), dengan total kerugian mencapai Rp 5,9 miliar. Adapun sepanjang Januari–Agustus 2025, tercatat 156 kejadian bencana dengan nilai kerugian Rp 2,5 miliar.

“Dengan kondisi ini, kesiapan logistik, pos siaga bencana, dan dukungan peralatan menjadi prioritas. Tidak bisa lagi kita hanya menunggu, semua harus segera mengambil peran,” ujar Taryo.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya langkah mitigasi yang lebih sistematis. Ia merinci tiga strategi utama yakni preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“Upaya preventif bisa dilakukan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan peralatan. Saat penanganan (kuratif), semua pihak harus tersinkronisasi agar lebih terarah. Adapun pascabencana (rehabilitatif), termasuk relokasi dan pemulihan mental korban, perlu dipersiapkan dengan matang,” kata Syamsul.

Bupati juga mendorong semua komponen, termasuk relawan siaga bencana, terlibat aktif dalam kerangka hexahelix. Relawan dinilai sebagai garda penting dalam memberikan informasi, pertolongan cepat, hingga distribusi bantuan di lapangan.

Rakor diisi paparan dari BMKG Cilacap terkait prakiraan cuaca dan potensi iklim ekstrem. Forkopimda turut memberikan arahan mengenai sinergi pengamanan dan penanganan darurat.