Penanganan Ledakan di Biak, Dandim 1708/BN Imbau Warga Waspada Sisa Bom PD II

oleh -272 Dilihat
oleh
img 20260601 wa0006
Foto bersama Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra. (Pj) Sekda Baik Numfor Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M. Dandim 1708/BN, Letkol Kav John Albert Suweni, S.H., di TKP. (Dok. Imran Sirua RNews)

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com — Aparat TNI dari Kodim 1708/BN langsung bersinergi dengan kepolisian melakukan penanganan pasca ledakan hebat (major explosion) yang diduga berasal dari sisa bom peninggalan perang dunia ke II, di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor yang terjadi pada Minggu (31/5/2026).

Saat ledakan dahsyat itu meruntuhkan bangunan warga, Babinsa Koramil 1708-01 bersama anggota Kodim 1708/BN langsung diterjunkan ke titik episentrum ledakan. Dengan sigap, para prajurit TNI bahu-bahu bersama warga dan instansi terkait mengevakuasi para korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, baik korban luka-luka maupun 5 korban yang dinyatakan meninggal dunia.

Dandim 1708/BN, Letkol Kav John Albert Suweni, S.H., menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengawal penanganan sisa bencana ini hingga situasi benar-benar kondusif.

“Kami telah memerintahkan seluruh jajaran untuk memberikan bantuan penuh kepada pihak keluarga korban. Selain itu, pengamanan di lokasi TKP terus diperketat agar tidak menimbulkan hal-hal yang berdampak meluas,” tegas Letkol Kav John Albert Suweni kepada awak media.

Atas insiden tragis yang merenggut nyawa dan melukai belasan warga tersebut, Dandim Letkol Kav John Albert Suweni secara pribadi dan kedinasan menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia berharap peristiwa memilukan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Biak Numfor agar tidak terulang kembali.

Ada beberapa poin penekanan penting yang disampaikan oleh Dandim 1708/BN terkait insiden ini:
1. Waspada Sisa Peninggalan Perang Dunia II (PD II)
Mengingat wilayah Biak merupakan salah satu basis pertempuran besar di masa lalu, Dandim mengingatkan potensi bahaya sisa-sisa amunisi lama.

“Apabila masyarakat menemukan benda mencurigakan yang diduga berupa sisa peninggalan Perang Dunia II, kami imbau dengan sangat untuk segera menyerahkannya kepada pihak yang berwajib, seperti Babinsa atau Bhabinkamtibmas. Jangan diotak-atik sendiri karena sangat berbahaya,” imbaunya.

2. Stop Spekulasi Luar dan Opini Liar.
Dandim juga meminta semua pihak untuk menghormati keluarga yang sedang berduka dan tidak memperkeruh suasana di media sosial maupun lingkungan sosial.

“Dalam suasana berduka ini, apapun penyebabnya nanti berdasarkan hasil forensik, Sampai saat ini anggota kodim 1708/BN Masih tetap berada dilokasi & berkoordinasi dengan aparat terkait. Mari kita jaga kedamaian Biak,” tambahnya.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, Letkol Kav John Albert Suweni memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Babinsa di wilayah Kodim 1708/BN.

Sistem Deteksi Dini: Babinsa wajib menerapkan prinsip temu cepat dan lapor cepat terhadap setiap potensi ancaman keamanan di desa binaan masing-masing.

Edukasi Warga: Babinsa diminta lebih aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan pribadi, keluarga, serta kelestarian lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, area sekitar samping Pasar Ikan Fandoi masih dipasangi garis polisi (Police Line) guna memberikan ruang bagi Tim Forensik Kepolisian dan TNI menyelesaikan investigasi menyeluruh. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas di lapangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.