Perencanaan dan Pengendalian Akses Keamanan

oleh -816 Dilihat
oleh
img 20230620 wa0011

DEPOK, Revolusinews.com – Strategi dalam membuat perencanaan dan pengendalian terhadap akses orang pada dasarnya merupakan konsep dasar dalam merancang pencegahan kejahatan. Konsep ini harus diaplikasikan dengan pengawasan pada operasionalnya untuk mengendalikan tindak kriminal yang tidak dapat diduga. Strategi ini dapat dilaksanakan dalam dua cara, yaitu cara pencegahan dan penaggulangan.

Untuk membuat perencanaan dan pengendalian keamanan, Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan pelatihan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempraktekan ilmu perencanaan dan pengendalian akses orang dalam rangka pencegahan kriminalitas.

Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, metode pencegahan tindakan kriminal adalah dengan pengamatan perilaku dan pembentukan lingkungan binaan anti tindakan kriminalitas melalui desain-desain tertentu. Sedangkan metode penanggulangan adalah dengan belajar dari tidakan kriminal yang sudah terjadi untuk kemudian dievaluasi dan dijadikan masukan desain di masa mendatang.

“Bagaimanapun strategi ini belum tentu dapat digunakan pada setiap situasi. Bisa saja diperlukan penggabungan dari dua metode tersebut untuk mendapatkan keluaran desain bangunan/lingkungan anti tindakan kriminal,” ujar Dede kepada Revolusinews.com yang diterima di Depok pada Senin (20/6/2023).

Menurutnya, kemanan dalam suatu bangunan dan lingkungan diperlukan oleh manusia dalam upaya perlindungan diri. Pertahanan diri sebagai pencegahan akses terlarang pada hal-hal tertentu, perlindungan terhadap spionase, sabotase, kerusakan dan tindakan kriminal lainnya.

“Bangunan sepatutnya dirancang untuk dapat meminimalisir potensi dari tindakan kriminal. Rancangan tersebut merupakan antisipasi terhadap resiko-resiko eksternal yang tidak terduga dari bangunan tersebut. Langkah awalnya dari pembatasan dan pengendalian aksesibilitas,” tutupnya.

Dalam pelatihan tersebut subjek pembahasannya antara lain :
– Sistem Keamanan Pasif (Passive Security)
– Sistem Keamanan Aktif (Active Security)
– Sistem Identifikasi (Identification Control)
– Metode Kontrol (Methods of Control)
– Tempat Terlarang (Restricted Area)
– Jalan Tersembunyi (Concelaed Route)
– Daerah Jebakan (Entrapment Area)
– Jalan Terisolasi (Isolated Route)

Informasi lebih lanjut terkait pelatihan ini dapat menghubungi :
– Bu Ria : 0813-9555-2289
– Bu Ines : 0813-2498-5928

No More Posts Available.

No more pages to load.