Program BUMDes Panosogan Off Sementara karena Faktor Cuaca, Kades Klarifikasi Penyertaan Modal

oleh -7 Dilihat
oleh
img 20261007 wa0131

SERANG, Revolusinews.com— Pemerintah Desa Panosogan memberikan klarifikasi atas pemberitaan terkait dugaan terbengkalainya program budidaya ikan air tawar milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (08/10/2026).

Kepala Desa Panosogan, Ahmad Tusi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penyertaan modal untuk BUMDes memang tercatat sebesar Rp280 juta. Namun, menurutnya, tidak seluruh anggaran tersebut digunakan langsung untuk kegiatan budidaya ikan lele.

“Memang benar penyertaan modalnya Rp280 juta. Tetapi yang digunakan untuk BUMDes sebesar Rp180 juta, sementara Rp100 juta diinvestasikan ke UPK/BUMDesma. Untuk keabsahan dan penggunaan anggarannya dapat dilakukan pengecekan,” jelas Ahmad Tusi.

Menanggapi informasi mengenai program budidaya ikan yang disebut terbengkalai, Ahmad menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti kegiatan BUMDes berhenti secara permanen.

Menurutnya, berdasarkan konfirmasi kepada pengurus BUMDes, kegiatan budidaya ikan lele untuk sementara waktu memang off akibat kondisi cuaca yang sangat panas. Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap tingkat kematian ikan sehingga pengelola memilih menghentikan sementara kegiatan budidaya.

“Bukan terbengkalai, tetapi sementara off karena faktor cuaca yang sangat panas sehingga berdampak pada ikan,” ujarnya.

Ahmad berharap evaluasi terhadap kendala yang terjadi dapat menjadi bahan perbaikan bagi pengelola BUMDes. Ia juga berharap program budidaya ikan lele dapat kembali berjalan dengan pengelolaan yang lebih baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Panosogan, khususnya para anggota BUMDes.

Sementara itu, Ketua BUMDes Panosogan, Suryadi, membenarkan bahwa kegiatan budidaya ikan lele saat ini sedang dihentikan sementara.

Menurut Suryadi, keputusan tersebut diambil setelah pengelola menghadapi kendala akibat cuaca panas yang menyebabkan banyak ikan mati.

“Bukan terbengkalai, tetapi kami sedang off sementara karena faktor cuaca panas yang menyebabkan ikan mati. Sekarang kami mulai melakukan persiapan untuk kembali menjalankan kegiatan budidaya ikan lele,” jelas Suryadi.

Ia mengatakan, pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pengelolaan ke depan, termasuk mengantisipasi faktor cuaca agar kegiatan budidaya dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berharap ke depan program ini bisa kembali berjalan dengan baik, sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Panosogan,” tutupnya.