PEMALANG, Revolusinews.com – Dua pekerja tertimbun longsor proyek embung penampung air di Desa Karangtalok, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Satu orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu orang dievakuasi dengan keadaan hidup.
Informasi dari pekerja yang sedang pasang talud jalan mengatakan, ada dua orang yang tertimbun atas nama Bapak Sumardi dan anak Sofan usia 29 tahun tinggal di Gg Perahu RT 21 RW 09.
“Pak Sumardi adalah TPK yang kebetulan lagi kerja bareng anaknya di proyek embung,” kata dia.
Dar informasi yang dihimpun di sekitar kejadian, ada pengerjaan galian gorong-gorong sedalam 3 meter kabarnya untuk tanam pipa besar pengembangan saluran air dari embung.

Sementara di rumah duka, Sumardi menceritakan kronologis kejadiannya, tadi pagi seperti biasanya dirinya berangkat kerja dengan korban, yaitu anak nomor tiga laki-laki bernama Sofan Mardi Afandi usianya 29 tahun.
“Saya kerja juga tidak jauh dari anak di lobang itu hanya jarak 1 meter, saat itu sudah beres lima pipa hampir selesai karena saya pasang satu-satu setiap selesai galian sepajang 4 meter. Kejadiannya tepat kurang lebih pukul 11:30 WIB setelah pasang pipa ke 5 mau naik ke atas tiba-tiba tanah di atas longsor hingga mengenai saya dan anak saya,” terang Sumardi.
“Longsor pertama saya terkubur sampai kaki sedangkan anak saya hampir semua terkubur tanah longsor, kemudian saya buru-buru angkat tanahnya sekuat tangan tapi keburu longsor lagi yang akhirnya tertitup sulit untuk diangkat hingga evakuasi dibantu warga di sawah yang sedang panen. Kemudian evakuasi korban dilakukan disaksikan Dokter dari Puskesmas, perangkat desa dan pihak Kepolisian setempat,” sambungnya.
Kembali diceritakan, itu pekerjaan Dana Desa dan selama ini walaupun menurut desa dirinya sebagai TPK, akan tetapi ketika ada apa-apa di desa dirasa belum pernah dianggap TPK. Karena sampai sekarang sekretaris dan bendaharanya tidak diketahui.
“Soal papan proyek memang tidak ada saya juga tidak tahu pekerjaan yang sekarang ini dari sumber dana desa atau aspirasi saya juga tidak tahu apa-apa dan saya hanya kerja. Karena perintah pak kades saya disuruh kerja, berarti pembangunan Dana Desa yang garap Pak Kades,” jelas Sumardi.
Sementara itu, Kepala Desa Karangtalok, Karnoto ketika dikonfirmasi mengenai pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja, ia mengatakan pekerja yang meninggal dunia dikarenakan terkena longsor tanah galian. Itu yang kerja kebetulan anak dan bapaknya.
“Itu saluran sedalam 3 meter untuk tanam pipa, sementara ini dikerjakan oleh Pak Sumardi sebagai TPK Tim Pengelola Kegiatan. Tapi sebelunya Pak Sumardi pernah ngomong bahwa anaknya mau ikut kerja lagi nganggur, “mereka pun bekerja namun belum ada perintah saat kejadian itu,” kata kepala Desa lagi kepada wartawan di rumahnya.
“Ini pekerjaan sumber dana apa pak” dana desa jawab Kades. “Kok tidak ada papan proyek dilokasi, Ya kan bagiannya masing – masing tim perencanaan, ada yang ngurusi pekerjaan ada yang ngurusi papan, jawab Kepala Desa dirumahnya, Rabu petang (24/7/2024) sekira pukul 17:25 WIB.
Hak pekerja yang meninggal duni akibat kecelakaan kerja Teguh Suwito CFLF Ketua LBH-CCI Pemalang angkat bicara, “itu kecelakaan kerja akibat kelalaian pihak Desa, yang mana Kepala Desa dalam hal ini harus bertanggung jawab kalau itu benar pekerjaan Dana Desa, Ujar Teguh.
Bagimanapun pekerjaan mengunakan alat berat ada SOP yang harus dilakukan, selain sebagai (K3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja juga harus dilengkapi apa lagi sampai merengut nyawa perkerja, imbuh ketua LBH CCI DPD Pemalang. Teguh suwito CFLE menekankan tetap harus di usut tuntas sesuai UU yang berlaku.












