Pusdiklat Prawita Genppari Buka Pelatihan Keterampilan Intelijen dalam Penegakan Hukum

oleh -671 Dilihat
oleh
img 20240703 wa0002

DEPOK, Revolusinews.com – Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan pelatihan selama 2 hari untuk membekali seluruh peserta dengan pengetahuan dan keterampilan intelijen dalam penegakan hukum sesuai dengan tupoksi dan kewenangan yang dimilikinya khususnya bagi petugas dan staf penegak hukum yang ingin meningkatkan kemampuan dalam menyelidiki semua jenis kejahatan dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, secara umum masyarakat mengetahui bahwa Polri, Kejaksaan dan KPK sebagai aparat penegak hukum. Meskipun sebenarnya bukan hanya itu, ada beberapa lembaga lain yang juga sebagai aparat penegak hukum. Bahkan ada penyidik PPNS di beberapa K/L yang juga memiliki kewenangan dalam penegakan hukum sesuai dengan ruang lingkup tugasnya.

“Dalam proses penyelidikan maupun penyidikannya membutuhkan keterampilan intelijen untuk mencegah maupun menginvestigasi sebuah kejahatan. Persoalanya, berapa banyak petugas yang mengemban fungsi dan tugas tersebut yang telah mendapatkan pelatihan intelijen kriminal atau intelijen penegakan hukum,” ujar Dede yang diterima Revolusinews.com di Depok pada Selasa (2/7/2024).

Menurutnya, momen ini pentingnya pembekalan keterampilan intelijen dalam penegakan hukum. Memahami psikologi kriminal sangat penting dalam menyelesaikan kasus-kasus kompleks karena menghubungkan pola pikir dan motif tersangka dengan tindakan mereka, dan juga dijelaskan aspek teoritis dan praktis dari intelijen kriminal serta hukum yang relevan. Termasuk di lingkungan militer ada satuan Polisi Militer yang memiliki tugas dan fungsi penegakan hukum bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran/kejahatan.

“Jadi pelatihan ini merupakan kesempatan emas bagi petugas dan staf penegak hukum yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelidiki semua jenis kejahatan dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Hal ini mencakup unsur-unsur penting dari pemrosesan informasi intelijen dan bukti termasuk merekrut dan mengelola informan rahasia, melakukan pengawasan rahasia seperti penyadapan telepon, melacak tersangka dan infiltrasi rahasia ke jaringan kriminal hingga analisis pola kejahatan,” pungkas Dede.

Dalam pelatihan tersebut subjek pembahasannya yaitu:

Hari ke 1 :
– Crime Analysis
– The Intelligence Cycle
– Sources of Information and Reliability 
– Recording and Disseminating Intelligence
– Confidential Informants 
– Informant Recruitment
– Welfare and Security of Informants

Hari ke 2 :
– Surveillance Strategy and Tactics 
– Mobile Surveillance
– Undercover Agent
– Crime Analysis and Operational Planning 
– Target Profiles
– Operational Planning and Briefing

“Catatannya, silabus pelatihan merujuk pada standar international Oxford Management Centre, tetapi standar waktunya dipersingkat dari 5 hari menjadi 2 hari,” terang Dede mengakhiri.

Informasi lebih lanjut, hubungi :
– Ibu Ria   : 0813 9555 2289
– Ibu Ines : 0813 2498 5928

No More Posts Available.

No more pages to load.