Pusdiklat Prawita Genppari Tingkatkan Strategi Masyarakat Cegah Terorisme

oleh -474 Dilihat
oleh
img 20250704 wa0005

DEPOK, Revolusinews.com – Sebagai bentuk meningkatkan strategi peran masyarakat dalam mencegah terorisme, Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan pelatihan selama 1 hari untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan, deteksi, dan respons terhadap ancaman terorisme, serta memperkuat kolaborasi antar pihak terkait dalam penanggulangan terorisme.

Kepada RevolusiNews.com (RNews) yang diterima di Depok pada Jumat (4/7/2025), Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, secara historis, kehadiran terorisme muncul sejak ribuan tahun lalu, tepatnya di masa Yunani Kuno. Di masa itu, Xenophon menggunakan taktik psychological warfare sebagai upaya memperlemah lawannya.

Lanjut Dede mengungkapkan, merujuk Pasal 1 angka 2 Perpu 1/2002 jo. UU 5/2018, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

“Potensi ancaman terrorisme selalu ada dengan spektrum dan skala ancaman yang bisa berubah. Faktor penyebabnya sangat kompleks dan bisa melibatkan banyak pihak, baik aktor dalam negeri atau juga kolaborasi dengan aktor luar negeri. Untuk itulah saat berbicara pencegahan terorisme, maka partisipasi masyarakat menjadi sangat penting untuk dilibatkan secara aktif. Dampak terorisme tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik atau kehilangan nyawa, tetapi juga berpengaruh mendalam terhadap stabilitas psikologis dan kohesi sosial. Dampak ini menciptakan rasa takut, kecemasan, dan kekhawatiran yang signifikan di kalangan masyarakat,” ujar Dede.

Dengan demikian, pelatihan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk membangun ketahanan nasional dan menjaga keamanan masyarakat dari ancaman terorisme. Dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan, individu dan organisasi dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.

Kemudian, Dede merincikan, dalam pelatihan tersebut subjek pembahasannya yaitu:
– Konsep Dasar Terorisme (Motif, Ideologi, dan Taktik Terorisme)
– Menggali Akar Penyebab Terrorisme
– Pencegahan Terorisme (Identifikasi Potensi, Kembangkan Strategi Pencegahan, Bangun Partisipasi Aktif Masyarakat)
– Mitigasi Aksi Teror (Evakuasi, Pertolongan Pertama, dan Koordinasi)
– Penanganan Pasca-Insiden (Pemulihan dan Rehabilitasi)

Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi :
– Pak Tata : 0815 7897 7777
– Bu Ines : 0813 2498 5928

No More Posts Available.

No more pages to load.