TANGERANG, Revolusinews.com – Rumah Bina Kreatif Indonesia (RBKI) merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi anak penyandang disabilitas, yang berlokasi di Kampung Ekowisata Keranggan Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Bersama komunitas disabilitas lainnya, RBKI ikut berkolaborasi memeriahkan festival difapreneur yang digelar di Atrium Bintaro Jaya Xchange Tangsel pada hari Sabtu-Minggu (07-08/02/2026).
Pada hari pertama sesie satu talent RBKI dengan kostum Irian Jaya menampilkan tari tarian dari Nusantara bagian timur, dipagelarkan oleh Iwang, Enyong, Reiditha, Lilis, Noval, Yoga dan Adam. Pada sesi dua RBKI kembali tampil dengan vokalis solo dibawakan oleh Lilis.
Kemudian hari kedua sesie dua RBKI bersama mahasiswa Universitas Podomoro dan siswa SMK Santa Maria, menambah semarak keceriaan dengan mengajak sekitar 15 orang pengunjung, untuk bersinergi dan berkolaborasi diatas panggung membuat gantungan dan hiasan kunci secara mudah dan cepat.
Pemilik sekaligus guru RBKI Mia, menjelaskan bahwa Universitas Podomoro pada awalnya berkunjung ke Ekowisata Keranggan, kemudian kami sampaikan tentang progres dan program RBKI, Alhamdulillah Universitas Podomoro melalui Dekan Fakultas Kewirausahaan dan Bisnis, Wisnu Dewobroto tertarik untuk mensupport kewirausahaan talent (sebutan anak anak didik kami).
“Sudah secara rutin kami dibantu pelatihan ketrampilan yang berkelanjutan juga pemasaran produk ,” jelas Mia.
Mia menambahkan, bahwa dalam festival ini kami juga ditunjuk sebagai koordinator stand bazar UMKM disabilitas, RBKI juga membuka stand bazar hasil karya talent kami, mulai dari kuliner, berbagai craft juga menerima orderan kaos serta paket bingkisan atau kue lebaran.
“Untuk pencetakan kaos kami sudah memiliki mesin sablon beserta printer untuk desaign gambar, perlengkapan tersebut kami peroleh dari Universitas Mercu Buana, hal ini sangat membantu talent menjadi lebih giat, semangat dan berkreasi,” pungkasnya.
Dalam berkegiatan kami tidak sendiri namun dibantu oleh guru pembimbing Aisy dan Dewi serta rekan voolentier Tiara dan Elsha.

“Kami selalu memberi motivasi kepada talent bahwa kita berjuang untuk terus berkarya, ABK berdaya, bersama kita bisa, kita setara,” tutup Mia penuh semangat.












