Sejumlah jalan dan Jembatan di Kecamatan Cikeusik Terputus Akibat Banjir

oleh -279 Dilihat
img 20250524 wa0065

PANDEGLANG,Revolusinews.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, kembali membawa duka bagi warga. Sejumlah titik dilanda banjir, termasuk Kampung Blengbeng, Desa Cikeusik, Desa Curug Ciung, Desa Sumur Batu Kampung Lewi Gede bahkan di mana jembatan darurat kembali terendam air, Sabtu (24/05/2025).

Salah satu jembatan yang menjadi urat nadi penghubung warga terputus hingga terendam, jelas ini kondisi memprihatinkan, yang perlu mendapat perhatikan dari pemerintah daerah, dan ini telah mengundang keprihatinan dan kemarahan para aktivis.

img 20250524 wa0033

Sebagai Civil Society sekaligus warga masyarakat Cikeusik, Entis Sumantri atau biasa akrab di sapa Tayo menyampaikan bahwasanya banjir ini bukan persoalan bencana atau tahunan akibat intensitas hujan yang tinggi tetapi, yang harus kita perhatikan khususnya pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten hingga pemerintah pusat ini harus menjadi perhatian dan di perhatikan persoalan dalam Mitigasinya,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. pemerintah harus membuka mata. Karena banyak akses jalan yang terputus akibat banjir ini, ada beberapa jembatan yang terputus yaitu Jembatan, Cipanas Desa Cikadongdong, jembatan Ci Kaer Jln. Raya Cikeusik Munjul, Jembatan Cikayang Desa Cikeusik dan Jembatan Blengbeng Desa, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

Bahkan ini bukan hanya jalan biasa, tapi jalur hidup bagi warga. Begitu juga anak-anak sekolah pun tidak bisa melalui karena terputus akses jalanya. Bahkan Sudah ada korban, dan jika ini terus dibiarkan, akan lebih banyak lagi,” ujarnya Entis Sumantri

Tayo menegaskan bahwa beberapa jembatan tersebut dibangun swadaya dengan gotong royong masyarakat. Nah hal ini hanya solusi sementara dan tidak layak digunakan dalam jangka panjang. Ia mendesak pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah nyata, dan kongkrit serta tanggap terhadap situasi tersebut,” ujranya.

img 20250524 wa0034

Pemerintah harus segera turun tangan dan lakukan langkah nyata untuk masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan atau korban kembali saat musim banjir ini, maka saya menegaskan pemerintah jangan-jangan “omon-omon” Semata,” tandasnya.

Salain itu Sani, Siswa kelas VIII MTS 6 Cikeusik salah satu warga Kp. Blengbeng Desa Cikeusik yang sering melintas jembatan tersebut, untuk bersekolah mengatakan kini kami hanya bisa berharap dan bertahan. Kami berharap agar segera di bangun jembatan ini karena kami sering takut jika sekolah melintasinya apalagi musim hujan,” ungkapnya.

Salah satu petani berinisial (A) usia 43 tahun warga Desa Cikeusik menyampaikan rasa ketakutan melintasi jembatan tersebut, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, apalgi pada saat musim hujan, Mereka berharap pemerintah bukan sekadar janji saja kami menuntut tindakan konkret dan nyata untuk kami mayarakat,” tutupnya.(Red)