Oleh : Redaktur RNews dan Kaperwil Banten, Asep Dedi Mulyadi
Revolusinews.com – Kecamatan Bayah adalah salah satu nama wilayah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang memiliki 11 desa dengan mayoritas penduduk berpenghasilan sebagai nelayan, PNS, petani. Seiring berjalannya waktu setelah banyak perusahaan-perusahan kini warga masyarakat Bayah banyak yang menjadi karyawan/buruh.
Kecamatan Bayah yang berjarak 111 kilometer dari Kabupaten Lebak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya. Selain kekayaan laut karena memiliki pantai yang langsung berhadapan dengan lautan Hindia, tanahnya memiliki kandungan pasir kuarsa, batu bara, emas dan bahan-bahan tambang lainnya.
Puluhan hingga ratusan Truck Tronton pengangkut pasir kuarsa dan batu bara setiap hari terlihat melakukan pengiriman ke pabrik-pabrik yang ada di luar kota. Meskipun masih banyak pihak yang menyayangkan karena dari kegiatan usaha penambangan yang mengeruk kekayaan alam tersebut masih banyak yang tidak mengantongi izin, sehingga pajaknya tidak terserap menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, Bayah juga memiliki banyak lokasi wisata pantai pasir putih yang indah seperti lokasi Wisata Pantai Karang Taraje yang berada di Desa Darmasari. Wisata Pulo Manuk, Karang Bokor, Wisata Goa Langir, Wisata Pantai Pasir Putih, Karang Tanjung Layar Ciantir, Wisata Pantai Legon Pari dan lokasi-lokasi wisata pantai yang menyuguhkan panorama Indan dan asri lainnya.
Ditambah lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah fokus dalam penataan seluruh Objek Daya Tarik Wisata (ODTW), salah satunya Geopark Bayah Dome yang mencakup 15 Kecamatan yang meliputi 179 Desa dan 5 Kelurahan dengan luas 201.537 Ha.
Pada saat-saat liburan, area wisata tersebut telah menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal, luar kota bahkan banyak juga yang dari manca negara, terutama Australia, Cina, Belanda dan Jerman.
Tahun demi tahun kemajuan pembangunan dan keramaian kota Bayah berkembang pesat. Ditambah lagi dengan hadirnya PT Cemindo GemilangTbk sebagai pabrik yang memproduksi semen merk merah putih yang konon katanya merupakan pabrik semen terbesar se-Asia Tenggara.
Kemajuan dalam peningkatan perekonomian masyarakat dan pembangunan menggeliat dengan cepat, begitu pula dengan sosial budaya. Dampak positif dan negatif yang tidak bisa dipisahkan, pengorbanan dalam perjuangan merupakan satu keniscayaan didalam proses pembaharuan untuk mencapai kemajuan.
Bayah, seakan sekuntum bunga yang tengah mekar, banyak kumbang datang untuk memandang keindahannya dan menikmati madunya. Banyak wisatawan datang juga para investor untuk berinvestasi dan melakukan usaha. Begitu juga dengan pengaruh dan budaya luar yang negatif secara perlahan telah mengkontaminasi sosial, budaya dan kearifan lokal. Terlebih merasuki dan mengancam kepada generasi muda. Peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang kini telah meresahkan masyarakat Bayah. Tidak sedikit para remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dan tidak sedikit yang berurusan dengan aparat penegak hukum (APH).
Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Bayah sekarang telah memberikan rasa kebanggaan warga masyarakat setempat, tapi semaraknya penyakit masyarakat (Pekat) dan merajalelanya peredaran narkoba juga begitu sangat meresahkan masyarakat.
Banyak hadirnya perusahaan-perusahaan pertambangan, juga tidak hanya turut mendongkrak perekonomian karena menyerap tenaga lokal dan telah meningkatkan penghasilan bagi masyarakat. Akan tetapi tidak luput dari munculnya permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat lain akibat dampak lingkungan dan pencemaran yang di timbulkan dari kegiatan pabrik dan dari aktivitas pertambangan, seperti pencemaran air, polusi udara, dan kerusakan alam yang di biarkan akibat dari banyaknya perusahaan yang mengabaikan kewajiban melaksanakan reklamasi pasca tambang.








