Seminar Nasional dan Dialog Kebijakan Outlook Perpajakan 2026

oleh -147 Dilihat
img 20260227 wa0021 11zon

TANGERANG, Revolusinews.com – Himpunan Pengusaha Indonesia bersama GP Ansor menggelar seminar nasional dan dialog kebijakan perpajakan 2026 yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dan santunan anak Yatim pada hari kamis (26/02/2026) bertempat di Ballroom Hotel Artotel gelora senayan. Dalam sambutannya, ketua bidang V DPP Hipmi  Anthony leong menekankan pentingnya  pajak untuk memajukan ekosistem bisnis di Indonesia, pajak bukan saja dilihat sebagai kewajiban fiskal tapi sbg bentuk tanggung jawab dan dukungan serta keikut sertaan dalam  pembangunan bangsa dan negara.

Sebagai Keynote speech Menteri Keuangan  yang diwakili oleh Staf ahli Menteri keuangan bidang kepatuhan perpajakan Yon Arsal mengatakan Penerimaan pajak ditargetkan menjadi tulang punggung APBN 2026 dengan porsi mencapai sekitar 74,9% dari total target pendapatan negara Rp3.147,7  triliun.

Target penerimaan pajak sendiri dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun, tumbuh 13,5% didorong oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan. Untuk itu dibutuhkan kebijakan fiskal yang dapat mengayomi seluruh pelaku ekonomi dan masyarakat yang bisa membawa dampak positif perkembangan ekonomi bangsa kedepan.

Para pembicara pada seminar Outlook Perpajakan ini adalah:

  • Anggota komisi Xi DPR RI : Anna mu’awanah
  • Guru Besar Politik Hukum Perpajakan : Prof.Dr.Edi Slamet.
  • Ketua komite tetap bidang perpajakan Kadin : Ajib Hamdani
  • Direktur Teknologi dan Informasi Perpajakan : Hantriono Joko Susilo
  • Wakil Ketua Umum Aspebindo : Ahmad Adisuryo,ST Msc.

Dalam seminar Outlook 2026 yang dipandu oleh Shakhna Fawatihul Bilad sebagai moderator memberikan kesimpulan bahwa:

  • Tantangan berat untuk mencapai target penerimaan Rp2.357,7 triliun, yang membutuhkan pertumbuhan dua digit dibanding 2025. Strategi utama adalah ekstensifikasi wajib pajak baru, intensifikasi objek pajak, dan penanganan under
  • Invoicing.
  • Pajak tetap menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi. Pelaku usaha diharapkan meningkatkan kepatuhan sukarela seiring dengan perbaikan layanan digital.
  • Pendekatan pengawasan berubah dari reaktif menjadi cooperative compliance (kepatuhan kooperatif) dan pemanfaatan data yang lebih baik untuk menanggulangi praktik faktur pajak fiktif.

Kegiatan Seminar Outlook 2026 yang berlangsung secara khidmat ini diselingi dengan pemberian santunan pada anak yatim piatu lalu diakhiri dengan acara buka puasa bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.