SERANG,Revolusinews.com – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta ( SMKS) Tajimalela, yang berlokasi Kp Bojong loa, Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, resmi ditetapkan sebagai sekolah mitra Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten tahun ajaran 2026/2027. Kamis (16/07/2027).
Kebijakan tersebut membuat seluruh biaya pendidikan di sekolah SMK Tajimalela, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Kepala Sekolah SMKS Tajimalela, Sri Partini Tungga Dewi, S.Pd. menyambut gembira kebijakan ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Banten. Dengan program ini, tidak ada lagi alasan warga sekitar tidak menyekolahkan anaknya karena kendala biaya,” ujar Sri Partini Tungga Dewi saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).

“Seluruh biaya mulai dari pendaftaran, SPP, uang gedung, daftar ulang hingga LKS sudah ditanggung pemerintah. Orang tua hanya perlu memastikan anaknya belajar dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Sebagai sekolah kejuruan di luar wilayah Tangerang Raya, SMKS Tajimalela mendapatkan alokasi bantuan Rp200.000 per siswa setiap bulan. Dana ini disalurkan langsung ke sekolah untuk membiayai kebutuhan belajar siswa.
Program ini berlaku bagi siswa yang memiliki KK penduduk Banten, mendaftar lewat laman https://spmb.bantenprov.go.id, dan resmi diterima di sekolah ini melalui jalur SPMB.
SMKS Tajimalela memiliki akreditasi B dengan kompetensi keahlian unggulan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Kini kesempatan menimba ilmu di sana terbuka lebar tanpa biaya sepeser pun.
Informasi pendaftaran dapat diambil langsung di lokasi sekolah: Kp. Bojong Loa, Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.
Diketahui sebelum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten saat ini, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd, menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis (PSG) difokuskan untuk memperluas akses pendidikan. Program ini membebaskan biaya seperti pendaftaran, SPP, uang gedung, hingga daftar ulang di SMA, SMK, dan SKh swasta.
Dikatakan Jamaludin,Penambahan alokasi menggenapkan total ketersediaan kursi sekolah swasta gratis di Banten menjadi sekitar 70 ribu kursi. Sebelumnya, Disdik menyiapkan 60 ribu kuota tersebar di 272 SMA, SMK, dan SKH swasta.
Dia mengatakan 70 ribu kuota tersebut dipastikan aman untuk menampung sekitar 20 ribu calon peserta didik yang diperkirakan tidak lolos masuk sekolah negeri. Tahun ini, daya tampung SMA dan SMK negeri di Banten tercatat 82.703 kursi, sedangkan proyeksi pendaftar 100 ribu anak.
“Siswa yang tidak diterima di negeri sudah pasti otomatis terkaver. Jadi orang tua sekarang ini, apabila anaknya tidak terima di sekolah negeri, maka dia punya kesempatan untuk sekolah swasta gratis,” katanya.
Jamaludin menegaskan sekolah swasta yang tergabung dalam program kerja sama ini dilarang memungut biaya apa pun.
Reporter: Wahyu Ceko










