Statement Kapolres Mimika Terkait Judi Sabung Ayam di Timika Ibarat lip Service

oleh -849 Dilihat
oleh

MIMIKA, RevolusiNews.com – Kepolisian Resort (Polres) Mimika Propinsi Papua Tengah terkesan mengabaikan terkait adanya aktivitas perjudian sabung ayam pisau serta permainan ketangkasan tebak angka atau lebih dikenal dengan sebutan judi dadu yang berlokasi di Kampung Kadun Jaya lokalisasi prostitusi kilo meter 10 Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

img 20251121 wa0015
Tampak judi sabung ayam di Kampung Kadun Jaya lokalisasi prostitusi kilo meter 10 Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Dok. Samuel Max RNews)

Pasalnya, dua kali pemberitaan di media ini pada 23 September 2025 dan 31 Oktober 2025 tentang aktivitas perjudian di lokasi arena perjudian tersebut tetapi tidak ada langkah kongkrit dan nyata oleh pihak Polres Mimika untuk menutup lokasi Arena Sabung ayam itu, bahkan Kapolres Mimika AKBP Billyanda Hildiario Budiman SIK.,MH ketika dihubungi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp hanya membalas terima kasih bang akan di cek dan di tindaklanjuti

“Terima kasih informasinya Bang, akan saya cek dan tindaklanjuti,” balas Kapolres Mimika.

img 20251121 wa0010

Untuk diketahui, bahwa terkait dengan pemberitaan di Media RevolusiNews.com terkait aktivitas perjudian tersebut Kapolres mengatakan bahwa akan menindaklanjuti tetapi, hanya lip service saja karena aktivitas perjudian itu masih jalan sehingga akhirnya terkuak adanya keterlibatan oknum anggota TNI berpangkat kopral berinisial (WK) yang bertugas di Timika yang diduga terlibat membekengi arena perjudian tersebut.

Omset yang didapat dari arena perjudian sabung ayam tersebut sangat menggiurkan. Pasalnya, dalam satu kali ayam diadu (1 ronde) bisa Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta rupiah saat hari biasa. Namun, apabila hari libur resmi biasanya, taruhan ayam tersebut bisa sampai lebih dari Rp 5 juta rupiah untuk satu kali ayam diadu (1 ronde).

Hal yang sama juga bagi judi dadu. Apabila hari biasa, bandar judi dadu harus membayar sekitar Rp 2 juta bahkan lebih untuk satu kali duduk (buka meja dadu) kepada Pipit sebagai pengelola judi sabung ayam tersebut. Pundi-pundi yang dihasilkan dari perjudian sabung ayam, perbulannya ditafsirkan berjumlah ratusan juta rupiah.

Pada saat berita ini direlease untuk kedua kalinya pada (31/10/2025) yang lalu oknum kopral WK ini mengirimkan pesan suara (voice note) melalui platform WhatsApp  kepada wartawan media ini yang mana isi pesan tersebut seolah bernuansa penekanan dan ancaman kepada wartawan media ini bahwa;

“Hati-hati dengan penulisan berita tersebut sebab kalian itu sipil dan saya akan pasang badan untuk membantu Pipit. Lanjutkan saja kawan nanti kita lihat,” jelasnya.

img 20251121 wa0009

Sementara itu Komandan Korem 173 PVB Kodam XVII Cendrawasih Brigjen, Frits W.R Pelamonia ketika dikonfirmasi oleh Wartawan RevolusiNews.com terkait  adanya pemberitaan yang berkaitan dengan adanya keterlibatan Oknum anggota TNI yang bertugas di Timika menyampaikan terima kasih.

“Memang pernah sebelumnya saya tindak lanjuti karena viral kalau bidaknya masih ada lagi tolong di infokan bang, biar saya tindak lanjuti” jelas jenderal bintang satu itu.

img 20251121 wa0007

Sementara itu, Kepala Distrik Wania Kabupaten Mimika PapuaTengah, Merlin Temorubun, S.STP., ketika di hubungi via  chat WhatsApp di nomor ponselnya terkait adanya lokasi perjudian di wilayah administrasi-nya menyampaikan terima kasih untuk informasinya.

“Kami kemarin sudah kordinasi dengan rekan bapa, untuk minggu ini kami giat schedule-nya sudah ada, kami juga dalam proses koordinasi untuk memverifikasi laporan tersebut,” jelas Ibu Distrik.

img 20251121 wa0008

Hingga berita ini di tulis untuk kali yang ketiga saat ini jumat ( 21/11/2025) Polres Mimika dinilai tutup mata dalam merespons agar dapat menangkap pelaku, pengelola arena judi Sabung ayam pisau serta judi dadu tersebut dan memproses mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara kita agar ada efek jera bagi para pengelola dan pelaku perjudian tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.