Strategi Membangun Budaya Anti Fraud di Perusahaan

oleh -1327 Dilihat
oleh
img 20240529 wa0001

DEPOK, Revolusinews.com – Orientasi akhir dari suatu perusahaan pada akhirnya ingin meraup keuntungan atau membukukan laba. Namun demikian, upaya untuk mewujudkannya pastilah tidak mudah. Di samping ketatnya persaingan dengan kompetitor di luar, seringkali juga ada masalah internal seperti kecurangan (fraud). Dalam rangka mencegah terjadinya kasus-kasus penyimpangan operasional perusahaan, maka diperlukan peningkatan efektifitas pengendalian intern sebagai upaya meminimalkan risiko fraud dengan cara menerapkan strategi anti fraud.

Oleh karena itu, selama 2 hari Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan pelatihan strategi membangun budaya anti fraud di perusahaan dengan tujuan untuk membekali seluruh peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan program anti fraud guna membantu manajemen perusahaan agar bisa menerapkan rencana program dengan baik.

Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, sebenarnya setiap perusahaan selama ini tentu sudah menerapkan kebijakan atau peraturan terkait dengan hal ini. Umumnya melalui penerapan manajemen risiko khususnya sistem pengendalian intern dan pelaksanaan tata kelola yang baik serta proses audit operasional yang telah dilaksanakan oleh pengemban fungsi Internal Audit. Baik melalui pemeriksaan transaksi secara harian maupun audit secara berkala. Namun demikian, agar penerapannya menjadi efektif masih diperlukan upaya peningkatan agar pencegahan fraud tersebut benar-benar menjadi fokus perhatian dan budaya di perusahaan.

“Strategi anti fraud merupakan wujud komitmen manajemen perusahaan dalam mengendalikan fraud yang diterapkan dalam bentuk sistem pengendalian fraud. Strategi ini menuntut manajemen untuk mengerahkan sumber daya agar sistem pengendalian fraud dapat diimplementasikan secara efektif dan berkesinambungan. Untuk membantu dalam mengimplementasikan program ini, maka harus ditunjang dengan ketersediaan SDM yang memadai, kompeten dan memahami ruang lingkup bidang dan tanggung jawabnya. Untuk itulah, pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka menyiapkan SDM yang kompeten tersebut,” ujar Dede kepada Revolusinews.com yang diterima di Depok pada Selasa (28/5/2024).

Kemudian, Dede merincikan dalam pelatihan tersebut subjek pembahasannya yaitu:
– Resiko FRAUD di Perusahaan
– Efektivitas Pengendalian Fraud
– Fraud Awareness
– Internalisasi Budaya Anti Fraud
– Deklarasi dan Pakta Anti Fraud Statement
– Strategi Pencegahan (Identifikasi Kerawanan, Know Your Employee, Code of Conduct)
– Strategi Diteksi (Wishtle Blowing, Surprise Audit, Surveillance System)
– Strategi Investigasi, Pelaporan dan Sanksi
– Strategi Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut

Informasi lebih lanjut, hubungi :
– Ibu Ria   : 0813 9555 2289
– Ibu Ines : 0813 2498 5928

No More Posts Available.

No more pages to load.