Warga Kampung Bendungan Sepatan Minta Lapak Limbah Ditutup

oleh -352 Dilihat
img 20240208 123636

TANGERANG. Revolusinews.com – Lapak limbah yang menumpuk sangat mengganggu kehidupan warga yang bermukim di Kampung Bendungan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan.

Pasalnya, warga yang tinggal di Kampung Bendungan dan sekitarnya merasa sangat terganggu dengan adanya aroma tak sedap dari tumpukan lapak limbah yang membuat dada terasa engap, kepala pusing, mual serasa ingin muntah jika berada di area pengelolaan lapak limbah tersebut dan bau tak sedap yang terbawa angin pun dikeluhkan oleh masyarakat desa lain.

img 20240208 123822

Untuk itu, masyarakat meminta kepada Dinas terkait terutama Pemkab Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera menutup tempat pengelolaan lapak limbah disekitar wilayahnya secara permanen.

Pemilik lapak limbah saat didatangi awak media untuk di konfirmasi pada Rabu ( 7/2/2024 ) sedang tidak berada di tempat, hanya ada para pekerja dan tidak ada satupun pekerja yang mau memberikan keterangan.

img 20240208 wa0005

Lanjut mendatangi Kepala Desa Pisangan Jaya, Muhamad Hotib dan saat di konfirmasi dia menjelaskan bahwa dirinya sudah berulang kali mendatangi lapak limbah tersebut, 

” Saya sudah pernah datang ke lokasi dan sudah berkali kali mengirim surat, mulai dari saya menjabat kepala desa pada tahun 2020. Saya selaku kepala desa sudah pula menegur pemilik lapak limbah dan saya sudah melaporkan kepada dinas lingkungan hidup ( DLH ) kabupaten Tangerang, semenjak PakTaufik masih di DLH.

Saya sudah beberapa kali melaporkan adanya lapak limbah yang mengganggu kehidupan dan kenyamanan warga tapi entah kenapa, lapak limbah tersebut masih beroperasi hingga saat ini, padahal DLH juga pernah menindak lanjuti laporan saya, pernah juga di pasang plang oleh DLH,” ujar Kades yang dijumpai di kediamannya.

Bahkan Kepala desa Suka Sari, Kecamatan Rajeg, pernah juga menyurati saya, beliau menyampaikan keluhan dari masyarakat Desa Suka Sari terkait adanya bau tak sedap yang berasal dari lapak limbah tersebut,” imbuhnya

Coba abang abang selaku awak media bantu bergerak ke DLH biar segera ada tindakan tegas, kita bukannya tidak peduli, kalau saya kan hanya ditingkat bawah, jadi menurut saya, salah satu solusinya, selain abang abang sebagai awak media yang bergerak ke DLH, masyarakat juga harus bergerak,” tutup Hotib.