SERANG, Revolusinews.com – Sebuah potret kehidupan kelam seorang ibu bernama Maryam warga Kp Dukuh Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang harus bertahan dalam melawan rasa pahit getir akan kondisi yang terhimpit ekonomi dan harus tinggal bersama ke 7 orang, anak dan cucu di rumah lapuk yang ukuran nya sangat kecil dengan atap bocor, Selasa (28/04/2026).
Ironisnya kehidupan Maryam luput dari mata para pemangku kebijakan, seolah mata dan telinganya tertutup oleh urusan dan kesibukan mereka sendiri tanpa memperdulikan kehidupan warganya. Dari portet kehidupan Maryam kita bisa menyimpulkan bahwa Sila kelima belum sepenuhnya di rasakan oleh masyarakat.

Terkonfirmasi Maryam sudah bertahun-tahun menghuni rumah tidak layak tersebut, sampai saat ini bantuan bangunan rumah layak huni tak kunjung hinggap padanya.
“Tak pernah dapat bantuan bangunan rumah pak, suami saya kerja serabutan untuk kebutuhan sehati hari saja sulit apa lagi buat bangun rumah, kami tinggal dirumah 7 orang bersama anak dan cucu, sedihnya kalau hujan bocor, dan harus tidur dengan berdesak desakan, ” ujar Maryam.
“Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan rumah yang layak, untuk keluarga kami, agar anak dan cucu saya bisa tidur dengan nyaman, ” harap Maryam.
Sama halnya yang di utarakan Samsu (RT) dirinya berharap ibu maryam mendapatkan bantuan rumah layak huni, untuk keberlangsungan hidup nya mendatang.
“Saya melihat kondisi rumah ibu siti maryam sangat sedih, sungguh tidak layak huni, kalau hujan rumahnya bocor, saya berharap pemerintah daerah memberikan bantuan rumah yang layak untuk ibu maryam,” Tutur Samsu.







