Bendungan Matenggeng Cilacap, Proyek Strategis Nasional

oleh -638 Dilihat
img 20260210 wa0019 11zon

CILACAP, Revolusinews.com – Rencana pembangunan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang, Kecamatan Dayeuhluhur, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadi sorotan utama dengan kebutuhan investasi yang mencapai Rp 7 triliun.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengungkapkan bahwa bendungan ini dirancang memiliki berbagai fungsi strategis.

“Bendungan Matenggeng sebelumnya masuk Proyek Strategis Nasional. Kajian teknisnya sudah selesai sejak 2025. Sekarang tinggal proses lanjutan karena ada penyesuaian anggaran,” ungkap Syamsul kepada Banyumas Ekspres, Kamis (22/1).

Desain Bendungan Matenggeng tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tetapi juga akan menjadi sumber irigasi yang vital, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir.Menurut Syamsul, pada tahap awal perencanaan, nilai investasi proyek ini diperkirakan antara Rp 2 hingga 3 triliun.

Namun seiring berkembangnya Detail Engineering Design (DED), kebutuhan anggaran melonjak sampai sekitar Rp 7 triliun.

“Kenaikan anggaran ini disebabkan oleh pengembangan desain bendungan, termasuk rencana pembangunan PLTA dengan kapasitas mencapai 627 megawatt,” jelasnya.

Pembangunan PLTA di Bendungan Matenggeng diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi lokal tetapi juga sebagai solusi mengurangi beban pada Bendung Menganti.

Dengan kapasitas listrik sebesar itu, PLTA ini diharapkan dapat menambah pasokan energi bersih bagi wilayah sekitar.

Tidak hanya itu, Bendungan Matenggeng juga direncanakan untuk mengairi lahan pertanian seluas sekitar 28 ribu hektare, menyediakan air baku sebesar 1,08 meter kubik per detik dan secara signifikan mengurangi potensi banjir di wilayah hilir.

Meski kajian teknis dan DED telah selesai, realisasi fisik proyek ini masih menunggu sinkronisasi kebijakan antara kementerian terkait.

“Masih ada proses penyelarasan antara Kementerian PUPR dan PLN terutama terkait fungsi yang akan lebih dioptimalkan apakah PLTA atau irigasi,” ujar Syamsul.

Ini menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi antara lembaga pemerintah sangat penting demi kelancaran pelaksanaan proyek besar ini.

Syamsul menambahkan bahwa proyek Bendungan Matenggeng telah dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Jika terealisasi penuh, manfaat dari proyek ini akan paling dirasakan oleh Kabupaten Cilacap khususnya wilayah barat.

“Sekitar 60 sampai 70 persen manfaatnya akan dirasakan Cilacap terutama Cilacap Barat bahkan bisa menjadi daya tarik wisata,” tambahnya dengan optimis.

Perkembangan infrastruktur seperti ini memang sering kali menghadapi berbagai tantangan mulai dari penyesuaian anggaran hingga koordinasi antar lembaga pemerintah.

Namun keuntungan jangka panjang yang ditawarkan proyek ini memberikan harapan baru bagi kemajuan ekonomi daerah serta peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

No More Posts Available.

No more pages to load.