Binteknis: Strategi Kebijakan Program Pengurangan Tingkat Pengangguran Daerah

oleh -1176 Dilihat
oleh
img 20240903 wa0035

DEPOK, Revolusinews.comSalah satu permasalah krusial yang dihadapi oleh banyak negara berkembang adalah tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Bukan hanya tingkat pengangguran di kota besar, tetapi juga angka pengangguran di daerah. Hal ini disebabkan karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarya jumlah penduduk. Kurangnya lapangan pekerjaan disebabkan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi dan minimnya kreativitas berwirausaha. Belum lagi terkait kondisi makro ekonomi dan situasi perekonomian dunia yang belum stabil. Termasuk perubahan iklim, dinamika geopolitik dan peperangan yang berdampak pada krisis finansial.

Oleh karena itu, Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan Binteknis selama 1 hari untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam merumuskan strategi kebijakan program guna mengurangi tingkat pengangguran di daerahnya masing-masing. Selain itu, Analisis dan pemetaan komprehensif terkait masalah pengangguran bisa disiasati dengan berbagai kebijakan inovatif yang bersifat mandiri, adaptif dan profesional.

Kepada Revolusinews.com yang diterima di Depok pada Selasa (3/9/2024), Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, salah satu faktor tingginya angka pengangguran adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal. Ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal, mereka kebingungan dan kurang berkompeten menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. Hal itu juga terjadi karena kelemahan dari sistem pendidikan yang kurang memupuk kemandirian seseorang dalam berkarir atau bekerja. Saat ini kurikulum pendidikan di Indonesia mayoritas  menekankan pada teori daripada praktik. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik juga disebabkan kesalahan persepsi mengenai gelar tanpa membenahi  kemampuan di bidang yang ditekuni.

“Sejatinya permasalahan pengangguran ini harus menjadi titik fokus bagi pemerintah dan semua fungsi terkait, termasuk di level pemerintahan daerah. Jika permasalahan ini tidak segera ditanggulangi akan mempengaruhi stabilitas keamanan dan perekonomian. Di sisi lain, pengangguran berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik, dan kemiskinan. Untuk itulah agar setiap aparatur yang terkait bisa menelurkan terobosan-terobosan inovatif, maka pembinaan teknis strategi kebijakan program pengurangan tingkat pengangguran daerah menjadi sangat penting untuk diikuti,” ujar Dede memberikan pemaparan permasalahan pengangguran.

Kemudian, Dede menjelaskan dalam Binteknis ini subjek pembahasannya yaitu :
– Perspektif Global Lapangan Kerja
– Masalah Pengangguran dan Prospek Masa Depan
– Pemetaan Masalah Pengangguran Daerah
a. Keterbatasan lapangan Kerja
b. Keterampilan Tenaga Kerja vs Kebutuhan Pasar Kerja
c. Rendahnya Minat Kewirausahaan
d. Minimnya Penciptaan Lapangan Kerja Baru
– Kerjasama Semua Fungsi Terkait
– Perumusan Kebijakan Fundamental
a. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan
b. Penciptaan Mental dan Mindset Kewirausahaan
c. Kerjasama Program Magang dan Praktik Kerja
d. Penyelenggaraan Bursa Kerja (Job Fair)
e. Adaptasi Peluang Baru Berbasis Digital
– Optimalisasi Peran Jejaring Kerja

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :
– Ibu Ria   : 0852 8233 8889
– Ibu Ines : 0813 2498 5928
– Ibu Nuni : 0813 8330 7997

No More Posts Available.

No more pages to load.