BIAK NUMFOR, Revolusinews.com — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana/BKKBN bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor menggelar kegiatan Penguatan Kebijakan dan Strategi KB Pasca persalinan di Balai Penyuluhan KB Kabupaten Biak Numfor, Kamis (13/11/2024).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Kesehatan Reproduksi dan KB Pascasalin BKKBN Provinsi Papua, Drs. Djonny Suwuh, serta diikuti 20 peserta yang terdiri dari bidan, PKB/PLKB, dan jajaran bidang KB/KS serta bidang DIPP DP3AKB.
Dalam keterangannya kepada media, Djonny Suwuh menyoroti sejumlah kendala di lapangan yang masih ditemui dalam pelayanan KB pasca persalinan.
“Kurangnya tenaga fasilitas kesehatan dan tenaga petugas lapangan itu tidak bisa kita pungkiri. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan dan budaya. Kondisi tersebut kerap menjadi penghambat dalam memperluas pelayanan KB, terutama bagi ibu-ibu pasangan usia subur.
“Masalahnya, sosialisasi itu tidak boleh berhenti. Karena itu kegiatan penguatan ini kami laksanakan di Kabupaten Biak Numfor, mengumpulkan petugas faskes untuk mengingatkan agar pelayanan lebih ditingkatkan lagi,” kata Djonny.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan KB pascapersalinan diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Biak Numfor.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Biak Numfor saat ditemui di tempat terpisah menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat layanan KB dan kesehatan reproduksi di Biak Numfor.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan memastikan pelayanan KB pasca persalinan berjalan optimal di tingkat lapangan.












