Bung Jhon Sukses Membawa Club “YAKUZA” Manokwari Juara Umum Putra dan Putri Open Turnamen Biliard Dandim Series l Teluk Bintuni

oleh -21 Dilihat
img 20260611 wa0202(1)

MANOKWARI PAPUA BARAT,Revolusinews.com – Prestasi gemilang yang diraih Club Yakuza Manokwari pada ajang Open Turnamen Biliar Dandim 1806/Teluk Bintuni (TB) Cup Series I menjadi bukti bahwa Papua Barat memiliki atlet-atlet biliar berkualitas yang mampu bersaing dan meraih prestasi di berbagai tingkat kompetisi. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pembinaan olahraga yang berkelanjutan dalam mencetak atlet-atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah.

Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni tersebut berlangsung di Gedung Okey Billiard, Kampung Lama, Distrik Bintuni, dan diikuti oleh puluhan atlet dari berbagai kabupaten di Papua Barat. Ajang ini menjadi salah satu turnamen biliar bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet senior berpengalaman dengan para pemain muda berbakat.

Dalam kompetisi tersebut, Yakuza Manokwari tampil dominan dengan menempatkan sejumlah atletnya di posisi terbaik pada kategori putra maupun putri. Pada kategori putri, Anggeline Ticualu berhasil meraih gelar Juara Terbaik I. Sementara pada kategori putra, Eddy King keluar sebagai Juara Terbaik I, Felix meraih Juara Terbaik II, dan Erwin menempati posisi Juara Terbaik III.

Hasil tersebut mengantarkan Yakuza Manokwari sebagai Club terbaik sekaligus peraih gelar juara umum pada Open Turnamen Biliard Dandim 1806/TB Cup Series I Tahun 2026.

Pemilik Club Yakuza Manokwari, Bung Jhon, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan menunjukkan performa terbaik selama turnamen berlangsung. Menurutnya, prestasi yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Club, tetapi juga bagi masyarakat Papua Barat yang selama ini mendukung perkembangan olahraga biliar.

1002201171

“Prestasi ini bukan hanya milik Yakuza Manokwari, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Papua Barat. Atlet-atlet kita telah membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan dan kualitas untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik lainnya,” ujar Bung Jhon saat ditemui awak media di Manokwari, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan atlet-atlet yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional merupakan bagian dari strategi pembinaan yang diterapkan Club. Selain mengejar prestasi, kehadiran para atlet senior diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman bagi atlet-atlet muda yang sedang berkembang.

Menurut Bung Jhon, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui latihan rutin, tetapi juga melalui kompetisi yang mempertemukan pemain muda dengan atlet yang memiliki jam terbang tinggi.

“Saya sengaja menghadirkan atlet-atlet yang sudah berpengalaman di tingkat nasional agar pemain lokal dan atlet muda dapat belajar secara langsung, baik dari sisi teknik, strategi bermain, maupun mental bertanding. Ini adalah bagian penting dari proses pembinaan atlet,” katanya.

Ia menambahkan, semakin sering atlet muda berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman, maka kemampuan teknik, konsistensi permainan, serta mental bertanding mereka akan semakin terasah.

Di balik keberhasilan tersebut, Bung Jhon juga menyoroti pentingnya dukungan yang lebih besar terhadap atlet-atlet berprestasi di Papua Barat. Ia berharap pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, serta Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Barat dapat terus memperkuat program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, masih banyak atlet berbakat yang membutuhkan dukungan berupa fasilitas latihan yang memadai, perlengkapan pertandingan, kesempatan mengikuti kejuaraan, hingga program pembinaan jangka panjang untuk meningkatkan prestasi mereka.

“Atlet yang sudah berprestasi jangan sampai kehilangan perhatian. Mereka harus terus didampingi dan diberikan ruang untuk berkembang. Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, saya yakin Papua Barat mampu melahirkan lebih banyak atlet yang berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Salah satu atlet yang turut mengharumkan nama Yakuza Manokwari dalam turnamen tersebut adalah Felix, atlet biliar Papua Barat yang pernah menyumbangkan medali perunggu pada cabang olahraga biliar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021.

Felix mengaku bangga dapat kembali menunjukkan kemampuannya di berbagai turnamen dan terus berjuang membawa nama baik Papua Barat. Namun demikian, ia berharap perhatian terhadap atlet daerah dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam hal pembinaan dan penyediaan fasilitas olahraga.

1002201170

“Perjalanan seorang atlet tidak berhenti setelah meraih medali. Kami membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat terus berlatih, menjaga performa, dan meningkatkan prestasi. Fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, serta kesempatan mengikuti turnamen sangat penting bagi perkembangan atlet,” ujar Felix.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan oleh Bung Jhon dan Club Yakuza Manokwari, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan serta kesempatan mengikuti berbagai turnamen di dalam maupun luar daerah.

Keberhasilan Yakuza Manokwari mendominasi Open Turnamen Biliar Dandim 1806/TB Cup Series I menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga biliar di Papua Barat. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa daerah ini memiliki banyak atlet potensial yang dapat menjadi andalan pada berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional di masa mendatang.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen yang digelar dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni itu juga menjadi wadah silaturahmi antar-atlet, sarana pencarian bibit-bibit muda berbakat, serta momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga biliard di Papua Barat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, komunitas biliar, serta masyarakat, diharapkan prestasi yang diraih Yakuza Manokwari dapat menjadi motivasi bagi lahirnya generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama Papua Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Dari Bintuni, kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet Papua Barat memiliki kemampuan, semangat, dan kualitas untuk bersaing di mana saja. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tutup Bung Jhon.(red)