SUMBAR,Revolusinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat berkolaborasi dengan PTPN IV PalmCo, melalui unit Kebun Ophir Regional IV Jambi-Sumbar, melakukan revitalisasi Hutan Kota Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penanaman ratusan bibit pohon produktif guna memperkuat fungsi ekologis kawasan, sekaligus mengembangkannya sebagai ruang terbuka hijau yang membawa dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan penanaman ratusan bibit pohon buah tersebut dilaksanakan pada akhir Oktober 2026 lalu. Turut hadir memimpin kegiatan ini adalah Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, S.H., M.H., bersama Manajer Kebun Ophir PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Nazarsyah Hutagalung. Sinergi ini juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., Dandim Pasaman Barat Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Nathan Henri.
Komitmen Keberlanjutan dan Sinergi PTPN IV PalmCo
Sebagai perusahaan perkebunan negara, PTPN IV PalmCo menjadikan inisiatif penghijauan ini sebagai bagian integral dari penerapan aspek Environment, Social, and Governance (ESG). Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan secara konsisten terus berupaya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan sosial di seluruh wilayah operasionalnya.
“PTPN IV PalmCo senantiasa mendukung inisiatif pelestarian ekosistem yang berdampak langsung pada keseimbangan lingkungan. Revitalisasi Hutan Kota Padang Tujuh ini merupakan wujud nyata sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam menciptakan ruang terbuka hijau. Harapan kami, langkah ini tidak hanya menghijaukan kembali paru-paru kota, tetapi juga memberikan ruang interaksi yang asri serta nilai tambah edukasi bagi masyarakat luas sebagai penerima manfaat,” ujar Jatmiko K. Santosa.
Senada dengan hal tersebut, Manajer Kebun Ophir PTPN IV Regional IV, Nazarsyah Hutagalung, menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam menjaga kelestarian aset daerah yang telah ada.
“Hutan kota dan taman satwa Padang Tujuh ini, sejak tahun 2017 merupakan aset strategis Pasaman Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aset harus kita jaga dan pelihara untuk menjadi warisan anak cucu kita kelak,” kata Nazarsyah.

Optimalisasi Fungsi Ekologis dan Edukasi Masyarakat
Bagi Pemkab Pasaman Barat, program kolaboratif ini merupakan langkah taktis dalam menata kembali kelayakan lanskap daerah. Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menyampaikan bahwa penanaman 387 pohon ini merupakan bentuk nyata dari upaya penataan kembali lanskap dan zonasi Hutan Kota Padang Tujuh agar fungsi ekologis dan sosialnya dapat berjalan secara maksimal.
Selain untuk menjaga kualitas udara, revitalisasi ini diarahkan agar kawasan tersebut dapat diakses oleh publik secara inklusif. “Hutan kota Padang Tujuh merupakan aset strategis daerah yang dirancang sebagai paru-paru kota sekaligus sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat,” ujar Bupati Yulianto.
Bibit yang ditanam dalam revitalisasi ini sengaja dipilih dari jenis tanaman buah-buahan produktif. Tujuannya, kelak ketika pohon tersebut berbuah, hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang berkunjung, sekaligus menjadi daya tarik keanekaragaman satwa lokal. Adapun 387 batang pohon yang ditanam terdiri dari berbagai varietas unggulan, di antaranya durian, kelengkeng, rambutan, alpukat, mangga, matoa, manggis, nangka, sirsak, petai, jambu kristal, jambu air, dan duku.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI-Polri, PTPN IV PalmCo, dan elemen masyarakat ini, Hutan Kota Padang Tujuh diharapkan dapat terawat secara berkesinambungan. Langkah ini memastikan bahwa kawasan tersebut tidak hanya kokoh sebagai pelindung ekologis, namun juga hidup sebagai ruang publik yang membawa manfaat rekreasi dan edukasi bagi generasi Pasaman Barat di masa yang akan datang.(red)







